Sabtu, 10 Januari 2009

Islam dan Kesenjangan Sosial

Jika kita perhatikan bangsa ini secara lebih mendalam, sesungguhnya tidaklah terlalu miskin dan tertinggal bilamana dibandingkan dengan bangsa-bangsa lain. Para pengamatlah yang seringkali memberikan hasil analisisnya secara berlebihan. Bangsa ini seringkali dikatakan sebagai bangsa tertinggal, memiliki SDM yang lemah, terpuruk, miskin dan sebutan-sebutan lain yang kurang menguntungkan. Mungkin dengan menunjukkan hasil analisisnya itu, menganggapnya sebagai cara yang tepat. Dengan kesimpulannya itu dimaksudkan agar segera tumbuh kesadaran sehingga lahir semangat bangkit untuk maju.

Memang, bisa jadi dengan mengungkap kelemahan itu, orang bisa sadar akan posisinya. Tetapi sesungguhnya juga tidak menutup kemungkinan, ungkapan tentang kelemahan-kelemahan itu justru akan melahirkan mindset atau citra diri bahwasanya bangsa ini memang tertinggal, lambat dan tidak maju. Dengan ungkapan negatif seperti itu, akan mengakibatkan sulit membangun kepercayaan diri, kebanggaan, memiliki perasaan sama dengan bangsa lain dan bahkan juga rasa syukur sebagai bangsa Indonesia. Keberhasilan membangun jiwa besar adalah sebagai modal untuk meraih kemajua. Bangsa ini harus bangga menjadi dirinya sendiri. Jiwa bangsa ini harus ditumbuhkan sebagai bangsa Indonesia, dan bukan menjadi bangsa lain. Seluruh bangsa Indonesia harus cinta tanah airnya dan atas dasar kecintaan itu akan melahirkan jiwa berjuang dan berkurban untuk negeri yang dicintainya.



Jika dikatakan bahwa di antara rakyat Indonesia masih ada yang miskin, memang benar. Tetapi kemiskinan itu tidak diderita oleh seluruh bangsa ini. Jumlah mereka yang masih miskin relatif banyak, tentu tidak bisa diingkari. Tetapi sesungguhnya di tengah-tengah yang miskin itu, terdapat pula mereka yang sudah berhasil mengembangkan diri, dan bahkan meraih kekayaan yang luar biasa. Lihat saja di kota-kota besar, terdapat rumah-rumah mewah. Bangunan-bangunan kantor berukuran besar, hotel-hotel yang sulit dihitung karena jumlahnya yang sedemikian banyak, kendaraan mewah berkeliaran di jalan-jalan raya, fasilitas pendidikan, perbankan di mana-mana. Tetapi memang, di tengah-tengah kemewahan itu, masih terdapat rumah-rumah sederhana, bahkan tidak layak huni. Rumah-rumah atau tempat tinggal yang kurang manusiawi itu masih terdapat di mana-mana. Jika kita sempat ke kota besar sekalipun, di sela-sela rumah mewah, masih mudah disaksikan rumah-rumah kumuh di pinggir jalan, pinggir sungai, di bawah jembatan dan seterusnya. Demikian juga di tengah-tengah bangunan kampus perguruan tinggi yang megah, ternyata masih terdapat warga negara yang tidak mampu menyentuh lembaga pendidikan, sehingga mereka belum mengenal huruf-huruf sebagai alat komunikasi.

Maka yang terjadi di tanah air ini sesungguhnya adalah kesenjangan. Yaitu kesenjangan yang sedemikian jauh, antara mereka yang berhasil mengembangkan kehidupannya dengan mereka yang masih belum menemukan pintu kemajuan itu. Bangsa ini setelah merdeka, baru bisa berhasil mengantarkan sebagian warganya meraih sukses baik dalam pengembangan ilmu pengetahuan, ekonomi, politik, sosial dan lainnya. Sebaliknya, masih terdapat sebagian yang mengalami ketertinggalan. Keadaan seperti itu melahirkan kesenjangan sosial yang luar biasa. Sebagian telah maju dan sebagian lainnya tertinggal. Ketertinggalan itu disebabkan oleh banyak hal, di antaranya misalnya karena tidak memiliki akses yang cukup, atau belum menemukan pintu-pintu pengembangan ekonomi karena lemahnya jaringan sosial yang dimiliki, dan yang lebih nyata kesenjangan itu disebabkan oleh sentuhan pendidikan yang tidak merata. Umumnya mereka yang tertinggal itu adalah orang-orang yang tidak mendapatkan pendidikan secara cukup. Oleh karena itu, kesenjangan ekonomi tersebut memiliki korelasi posisitif dengan kesenjangan pendidikan. Mereka yang miskin secara ekonomi biasanya juga miskin dalam ilmu pengetahuan dan ketrampilan.

Kesenjangan sosial dalam sejarah kemanusiaan bukanlah hal baru. Dari zaman ke zaman keadaan itu selalu terjadi. Adalah ajaran Islam memberikan tuntunan untuk keluar dari keadaan yang tidak menyenangkan itu. Secara ekonomis, untuk mendekatkan antara yang berlebih dengan yang kekurangan, Islam memiliki konsep yaitu apa yang disebut dengan kewajiban membayar zakat, infaq, dan shodaqoh. Setiap orang yang memiliki penghasilan sejumlah tertentu diwajibkan untuk membayar zakat. Setiap kali terdapat perintah sholat selalu segera diikuti perintah untuk berinfaq. Harta hasil infaq harus disalurkan kepada orang yang perlu ditolong seperti faqir, miskin, ghorim, hamba sahaya mu’alaf dan lain-lain. Perintah berinfaq dari harta yang dimiliki diikuti dengan jumlah besarnya harta yang harus dikeluarkan. Misalnya setiap jenis pendapatan, besar zakatnya adalah antara 2,5 % hingga 12.5 % . Islam mengajarkan kewajiban untuk berbagi di antara sesama. Namun sebaliknya, Islam tidak perah mendorong agar oang-orang yang tertinggal, yakni fakir dan miskin tetap memperkukuh posisinya sebagai orang miskin. Hadits Nabi justru mencela orang yang dalam mencukupi kebutuhannya tidak mau berusaha, dan hanya ditempuh dengan cara meminta-minta. Pekerjaan menggantungkan diri pada orang lain, dan selalu meinta-minta dikecam oleh ajaran Islam. Sebagai seorang yang beriman dan muslim harus beramal dan bekerja memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Ditegaskan misalnya, setelah selesai sholat jum’at, para jama’ah dianjurkan bertebaran untuk mencari rizki guna memenuhi kebutuhan hidupnya.

Islam tidak pernah menempatkan orang yang sekedar tertinggal di bidang ekonomi sebagai orang nista dan dipandang rendah. Tinggi rendahnya derajad seseorang bukan diukur dari pangkat, jabatan, tingkat eknomi mereka, melainkan didasarkan atas iman, ilmu dan ketaqwaan. Menurut Islam orang miskin tidak selalu berada pada posisi rendah, sekalipun Islam juga mendorong agar orang mengembangkan kekuatan ekonominya. Dalam hal ini kemiskinan tidak selalu dilihat sebagai kenistaan seseorang. Islam juga tidak melihat seseorang hanya sebatas dari keadaan penampilannya, misalnya dari baju yang dipakai atau simbul-simbul luar, tetapi Islam akan melihat prestasi kerja seseorang-----amal sholeh, dan kekuatan dan keindahan akhlaknya.

Islam mengajarkan agar selalu membangun silaturrahmi, mencintai sesama, saling menghargai dan selanjutnya saling tolong menolong dalam kebaikan. Hadits Nabi mendorong agar umatnya saling menjalin tali silaturrahim. Dikatakan bahwa siapa saja yang ingin dibanyakkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka agar supaya selalu menjalin hubungan silaturrahim. Demikian juga agar sesama muslim saling mencintai. Dalam hadits nabi dikatakan bahwa tidak sempurna iman seseorang hingga ia mau mencintai saudaranya sesama muslim sebagaimana mencintgai dirinya sendiri. Hadits tersebut memberikan tuntunan bahwa seseorang disebut sebagai beriman manakala ada kesediaan mencintai sesamanya. Konsekuensi mencintai adalah kesediaan untuk memberikan pengorbanan. Sehingga, seseorang dikatakan baru beriman manakala ada kesediaan melakukan pengorbanan demi untuk saudaranya. La yu’minu ahadukum hatta yuhibba li akhihi ma yuhibbu linafsihi. Islam juga mengajarkan tolong menolong dalam kebaikan dan atas dasar taqwa. Tetapi Islam melarang tolong menolong itu dilakukan dalam melakukan kejelekan dan keburukan. Lebih dari itu, Islam mengajarkan selalu berjama’ah. Pelaksanaan kegiatan ritual kepada Allah, sholat lima waktu misalnya diutamakan berjama’ah dan menurut tuntunan Rasulullah, dilakukan di masjid. Sholat berjama’ah di masjid nilai pahalanya dilipatgandakan sampai 27 kali dibanding sholat sendirian.

Terkait dengan konsep jama’ah, termasuk dalam menunaikan sholat berjama’ah sehari-hari, adalah sesuatu yang sangat diutamakan oleh Islam. Bisa dibayangkan sedemikian indahnya ajaran Islam, jika perintah itu benar-benar ditunaikan dalam kehidupan. Contoh sederhana, misalnya sebuah komunitas muslim yang di sana terdapat fasilitas masjid. Umpama seluruh warganya setiap pagi dan petang berjama’ah semua, kecuali yang udzur karena alasan tertentu. Setiap sholat subuh komunitas muslim itu misalnya berjama’ah. Mereka pada pagi-pagi buta, sudah bangun dari tidur, bersama isteri dan anak-anaknya mengambil air wudhu dan segera menuju ke masjid memenuhi panggilan adzan. Di tempat ibadah itu, dengan media sholat berjama’ah, mereka pagi-pagi sudah bertemu satu sama lain dengan warga jama’ah masjid. Mereka bersama-sama di pagi itu, dengan dipimpin oleh seorang imam menghadap Allah, melakukan sholat subuh berjama’ah.

Seluruh kaum muslimin ketika itu, di pagi hari sebelum mengucapkan kalimat-kalimat lain, bersama-sama mensucikan asma Allah, bertahmid dan bertakbir mengagungkan asma Allah. Dalam kesempatan itu, mereka bertemu, bersillaturrahim dan saling menyapa dan mengetahui keadaan masing-masing. Kegiatan rutin seperti ini, akan melahirkan kesamaan dan kebersamaan yang kemudian juga terjad saling mengetahui, memahami, menghargai dan kemudian saling menolong dan membantu. Bukankah ini adalah gambaran yang amat indah dari sebuah kehidupan yang diajarkan oleh Islam melalui Rasul-Nya Muhammad saw. Ajaran Islam seperti ini semestinya dilakukan bukan pada saat-saat tertentu sebatas musiman, misalnya hanya pada setiap bulan Ramadhan, melainkan dilakukan sepanjang masa secara istiqomah. Inilah bangunan sosial yang ditawarkan oleh ajaran Islam yang sedemikian mulia dan indah. Itulah bukti kebenaran apa yang dikatakan oleh Allah bahwa manakala penduduk negeri beriman dan bertaqwa maka akan dibukakan pintu berkah dari langit dan dari bumi. Akhirnya dengan begitu kesenjangan sosial pun akan hilang dengan sendirinya. Allahu a’lam.

Prof. DR. H. Imam Suprayogo
Read More… Read More… Read More…

Jaringan Internet Tenaga Surya

TEMPO Interaktif, Jakarta: Bruce Baikie dan Marc Pomerleau hanyalah karyawan di Sun Microsystems. Tapi kiprahnya di sebuah organisasi nirlaba, Green Wi-Fi, setidaknya akan memberikan manfaat besar bagi anak-anak di negara miskin, jauh dari tempat tinggal mereka di San Fransisco, Amerika Serikat.

Baru-baru ini Baikie dan Pomerleau mengembangkan akses Internet melalui jaringan nirkabel (wireless fidelity/Wi-Fi) dengan menggunakan tenaga surya. Teknologi ini mereka kembangkan untuk aplikasi di daerah terpencil di negara berkembang, yang belum terjangkau jaringan listrik.



Seperti di daerah India bagian utara. Di sana sudah tersedia koneksi telekomunikasi kabel untuk Internet. Namun, sayang, justru kabel listrik yang belum tersambung. Pomerleau dan Baikie memilih teknologi Wi-Fi karena teknologi ini yang paling masuk akal dan relatif lebih murah untuk dikembangkan.

Konsep yang mereka pakai cukup simpel. Setiap node (perangkat yang mampu berinteraksi dalam jaringan) diberi sebuah router yang dilengkapi baterai dan panel surya untuk mengisi baterainya. Node itu ditaruh pada atap, dan sinyal jaringan Wi-Fi ditransfer melalui standar jaringan nirkabel 802.11b/g.

Baikie juga merancang software yang mampu mengatur kerja jaringan ini. Bila asupan energi berkurang sedikit, akses Internet pada beberapa komputer tertentu akan terputus, dan hanya memberikan akses pada kelompok tertentu, misalnya guru. Bisa juga lebar-pita yang dipakai bakal dikurangi, sehingga pengguna hanya dapat memakai e-mail, misalnya. Jadwal dan lama pemakaian Internet pun bisa diatur.

Tapi apa yang terjadi bila musim hujan tiba? Nah, Baikie dan Pomerleau menambahkan sebuah pengontrol pada alat itu untuk melakukan pengaturan otomatis dalam menyuplai energi ke router. Konsumsi energi disesuaikan dengan situasi, bergantung pada level baterai yang masih tersisa dan jumlah sinar matahari yang mereka terima di panel surya.

Saat dites di atap dapur rumah Baikie di Bay Area, hujan sempat turun hingga 28 hari. "Tapi jaringan bisa tetap berjalan dengan lancar," kata Pomerleau. Bahkan, setelah masuk hari ke-30, jaringan juga tetap menyala. Semua peralatan ini hanya memakan biaya US$ 200 atau sekitar Rp 1,8 juta untuk tiap node.

Saat ini, Green Wi-Fi telah mendapatkan dana awal dari Program One Laptop Per Child (OLPC) untuk memproduksi dan menguji prototipe node yang akan digunakan. OLPC adalah sebuah gerakan yang bertujuan untuk memberikan komputer jinjing kepada anak-anak di negara miskin seharga US$ 100 atau Rp 900 ribu.

"OLPC menunjukkan minat yang besar untuk masalah ini," ujar Pomerleau. Maka Pomerleau pun akhirnya menanggalkan pekerjaannya sebagai anggota staf pemasaran di Sun. Pilot project ini akan segera dimulai musim panas ini, di tiga sekolah di India bagian utara, Uttar Pradesh.
Read More… Read More… Read More…

Rancang Jaringan Internet Sendiri dengan Homebrew

Mahasiswa bisa merancang perangkat jaringan internet sendiri dengan teknik sederhana. Dengan modal sedikit, mahasiswa tidak perlu lagi antre lama di warnet. Jaringan internet sederhana ini bisa memacu penggunaan internet karena bisa menghemat biaya.
“Mahasiswa itu harus banyak bereksperimen, cobalah lakukan hal-hal baru. Jika akses internet murah dan mudah, maka mahasiswa akan semakin pintar. Jika banyak orang pintar, kita akan semakin maju,” kata Dr Onno W. Purbo, pakar teknologi informasi dari Bandung, dalam “Hacking and Network Security dan Membangun Telkom Sendiri dengan 2.4 Ghz” yang digelar BEM Fakultas Teknik UMM di kampus setempat, belum lama ini.

Teknik merakit sendiri (homebrew) internet sangat simpel. Yang jelas, jaringan infrastruktur dipenuhi, semua bisa dipraktikkan. Apalagi saat ini harga peralatan wireless LAN dan bandwidth internet sudah terjangkau. Peralatan yang harus dipersiapkan antara lain: 1 buah access point (AP) yang terhubung jaringan LAN kabel dan router untuk koneksi internet, PC pada jaringan LAN kabel (wired LAN) berkomunikasi dengan PC wireless LAN melalui Access Point, dan masih banyak lagi.
Uniknya, masih kata Onno, perangkat kelengkapannya bisa memakai wajan (perangkat memasak di dapur) yang dikreasikan sebagai antena. Khusus antena wajan ini, membutuhkan wajan dengan diameter 42,5 cm, pipa paralon 3 inci satu meter, tutup paralon hingga aluminium foil. “Simpel, tetapi harus telaten. Jika sudah berhasil maka akan banyak dirasakan manfaatnya,” kata dia.


Lebih lanjut dia menjelaskan kebutuhan akses internet semakin meningkat di berbagai kalangan. Sebut saja, perkantoran, pendidikan, pemerintahan, bisnis dan rumah. Menjamurnya RTRW Net dengan peralatan homebrew dengan harga murah turut mendorong meningkatnya pengguna internet di kalangan masyarakat. Karena ini dapat menurunkan biaya untuk pembangunan jaringan. Hadir juga sebagai pembicara, komunitas hacking Bandung yang bernama New Hack. (yos/lia/radarmalang)
Read More… Read More… Read More…

Makna Dibalik Suatu Kesuksesan



Di sebuah desa terpencil, hidup seorang pemuda yang cerdas dan mempunyai semangat yang tinggi. Si pemuda tersebut tinggal bersama dengan ayahnya yang adalah seorang buruh tani harian dan dua orang adik perempuan yang masih kecil. Ibunya telah lama meninggal sejak melahirkan adik bungsunya.
Kehidupan keluarga pemuda itu sangat sederhana dan penghasilan ayahnya hanya cukup untuk makan sehari-hari mereka berempat. Melihat kondisi perekonomian keluarganya yang serba berkekurangan, si pemuda tersebut bertekad ingin mengubah kehidupannya dan keluarganya menjadi lebih baik. Dia berencana ingin sekolah sambil bekerja dikota besar, menuntut ilmu setinggi tingginya sehingga dia dapat memperbaiki taraf hidup keluarganya di desa.


Maka diputuskannya pada suatu hari, dengan berbekal sekedarnya, si pemuda pamit kepada ayahnya untuk pergi ke kota. " Ayah, doakan saya agar berhasil kelak di kota, saya tidak bisa tinggal diam dengan kondisi kita sekarang ini dengan tetap tinggal di desa, saya harus merubah nasib saya dan juga keluarga kita ini?!", ujar pemuda pada ayahnya. Walaupun dengan sangat berat hati, ayah si pemuda tersebut akhirnya merestui kepergian si pemuda tersebut.
Sesampainya dikota, si pemuda berkenalan dengan seorang anak tabib terkenal dikota tersebut. Dari perkenalan tersebut si pemuda menceritakan perihalnya ke kota serta keinginannya untuk mencari kerja di kota. Mendengar cerita si pemuda timbul rasa iba anak tabib tersebut, maka akhirnya si pemuda itu diajaknya bekerja di toko obat ayahnya.
Si pemuda begitu rajin bekerja dan mempunyai tekad yang sangat kuat dalam hal belajar. Hal ini membuat si tabib menjadi sayang dan perhatian kepada si pemuda. Diajarkannya beberapa ilmu pengobatan sederhana hingga cara meracik obat.
Hari berganti hari, bulan berganti bulan tidak terasa telah 8 tahun si pemuda telah meninggalkan desa tercintanya. Berkat semangat juang yang sangat tinggi dan tidak mengenal putus asa serta dilandasi tujuan yang sangat jelas, akhirnya si pemuda tersebut menjadi seorang tabib yang sangat hebat, keahliannya dalam mengdiagnosa penyakit serta meracik obat terkenal sangat manjur. Berbagai kalangan masyarakat telah diobatinya, dari masyarakat miskin hingga pejabat di kota tersebut.
Namun si pemuda tersebut tidak melupakan keluarganya di desa. Setiap bulan dia selalu mengirimkan uang kepada ayahnya, sehingga adik adiknya dapat bersekolah di desa, dan kehidupan keluarganya di desa berkecukupan. Melihat keahlian dan bakti si pemuda pada keluarganya, membuat semakin bangga si tabib pada muridnya itu. Dia berminat ingin mewariskan segala ilmunya kepada si pemuda itu, dengan harapan si pemuda tersebut suatu hari kelak dapat menjadi orang yang ahli mengobati semua penyakit dan melayani semua kalangan masyarakat tanpa memandang derajat seseorang.
Si pemuda tersebut tetap terus mempelajari ilmu pengobatan dari berbagai sumber untuk semakin menambah ilmunya. Keahlian dan kehebatan si pemuda tersebut semakin lama semakin terkenal. Tidak hanya di dalam kota bahkan namanya telah dikenal orang di seluruh negeri. Kerapkali dia diundang menjadi pengajar di beberapa sekolah, balai pengobatan hingga universitas di segala penjuru negeri.
Kesibukan dan kesuksesan si pemuda tersebut akhirnya membuat dia lupa pesan gurunya untuk tetap melayani kaum miskin dan orang-orang yang sangat membutuhkannya. Kesuksesannya telah membuat dia"buta". Dia hanya mau melayani orang kaya, pejabat pejabat dan orang yang dirasa cukup dekat dengannya. Si pemuda menjadi sangat sombong dan bangga dengan ketenarannya sebagai "Tabib No. 1" di negeri ini, sehingga bila ada orang asing yang meminta bantuannya, dia acap kali beralasan sangat sibuk dan tidak punya waktu.
Pembaca yang budiman, dari cerita diatas dapat kita simpulkan bahwa menggapai cita-cita untuk menjadi orang sukses dan berhasil itu adalah hal yang sangat baik, selama proses pencapaian kesuksesan tersebut dilandasi kemauan dan semangat yang pantang menyerah dan itikad serta cara yang benar . Namun ada satu hal yang selalu dilupakan orang ketika telah mencapai kesuksesan yang selama ini diharapkan yaitu "HATI", "Hati" untuk tetap berbuat baik, "Hati" untuk semakin rendah hati, "Hati" untuk melayani sesama, dan "Hati" untuk tetap kembali kepada Sang Pencipta.
Kesuksesan sesungguhnya bukan hanya mengejar materi di dunia ini, tapi kesuksesan yang sesungguhnya adalah kita mampu untuk melawan Ego kita dan tetap menjaga hati kita tetap bersih dan melayani sesama dengan tulus tanpa mengharapkan balasan atau demi mencari ketenaran nama baik.
ingat dalam ajaran agama Budha, diajarkan : " Bila kita menolong seseorang dengan tulus, maka kita harus dengan segera melupakan perbuatan baik kita tersebut, namun bila kita ditolong oleh seseorang, maka kita harus membalas kebaikannya 10 x lipat".
Read More… Read More… Read More…

Pendapat ttg ahmadiyah..............

Beberapa pernyataan Mirza Ghulam Ahmad :

1. Pernyataan ini menunjukkan nafsu untuk merampas
wanita : "Tuhan yang Maha Pemurah dan Penyayang telah memerintahkanku
untuk menikahi puteri tertua Ahmad Beg , dan harus mengatakan
kepadanya bahwa sikapku kepadanya bergantung pada hal ini (menerima
lamaran perkawinan), perkawinannya denganku akan menjadi sumber
rahmat dan kebaikan buat ayahnya; dan bahwa dia akan memperoleh semua
rahmat dan kebaikan yang telah aku sebutkan dalam selebaran
tertanggal 20 Pebruari 1886, tetapi seandainya ia menolak lamaranku
ini, maka puterinya akan mengalami sebuah akhir kehidupan yang
tragis. Orang yang akan menikahinya akan meninggal dunia dlam jangka
waktu dua setenagah tahun dari hari perkawinannya. Begitu juga ayah
gadis itu akan meninggal dunia dlam jangka waktu tiga tahun, dan
rumah tangga mereka akn diwarnai dengan ketidakharmonisan,
kemiskinan, dan penderitaan, selama masa itu gadis itu akan menemui
berbagai peristiwa yang tidak menyenangkan dan menyedihkan. ( dimuat
dalam Tabligh Risalat, vo.1 ).


2. Ini ungkapan yang dipakai MGA untuk menyerang orang yang
tidak sepaham dengannya : " dari semua binatang, yang paling kotor
dan menjujikkan adlaa babi. Tetapi yang lebih kotor dari babi adalah
mereka yang telah menyembunyikan kebenaran karena nafsu mereka.
Wahai para Maulana pemakan mayat ! Wahai jiwa-jiwa yang kotor !
Celakan anda karena anda telah menyembunyikan bukti kebenaran Islam
karena kebencian. Wahai cacing kegelapan ! Bagaimana anda bisa
menutupi cahaya kebenaran yang bersinar ? ( dimuat dalam Anjam Atham,
1897)
3. Ini ungkapan yang mendakwakan dirinya sebagai Nabi : "Aku
telah memperoleh wahyu bahwa siapa saja yan tidak mengikutimu dan
tidak menyatakan sumpah setia kepadamu maka orang yang durhaka kepada
Tuhan dan nabi-Nya akan menjadi penghuni neraka" ( wahyu ini ia
publikasikan pada tanggal 25 Mei 1900, lihat Mi'yar al-akhyar )
4. Ini ungkapan kenabian dan pengkafiran oleh MGA : " Tuhan
telah mewahyukan kepadaku bahwa siapa saja yang telah mendengar
seruanku tetapi tidak mau menerimanya berarti ia bukan seorang
Muslim" (lihat Zikir al-Hakim no:2 )
5. Ini ungkapan pengokohan kenabiannya yang pongah :" Wahai umat
Muslim, aku adalah nabi yang telah dijanjikan oleh al Quran.
Datanglah. Berkumpullah di bawah benderaku. Kalau kamu tidak mau
datang, maka Tuhan tidak akan mengampunimu pada hari kebangkitan dan
kamu akan menjadi penghuni neraka untuk selamanya."
6. Ungkapan loyalitas kepada Inggris : :" Aku berhak untuk
menyatakan bahwa aku unik dalam hal pelayananku ini. Aku adalah jimat
dan benteng yang melindungi pemerintah Inggris dari kemalangan.
Tuhanku telah memberikan kabar gembira kepadaku dan telah mengatakan
bahwa Dia tidak akan menghukum mereka selama aku masih ada di tengah
mereka. Pemerintah tidak akan menemukan orang yang bisa menandingiku
dalam membantu mereka, dan pemerintah harus mengetahui hal ini": (
Nur al-Haq)
7. Ungakapan pembelaan terhadap Inggris sering kali memang
diungkap oleh Mirza Ghulam Ahmad :" sungguh telah aku habiskan
kebanyakan umurku untuk mengokohkan dan membantu pemerintahan
Inggris". Dan Menurut Hasan Bin Mahmud bahwa hubungan MGA dengan
Inggris lebih dekat pada hubungan antara pelayan dan majikan.

Berikut ajaran Ahmadiah yang mengkafirkan umat di luar pengikutnya :
1. "All of those Muslims who have not been integrated in the
oath of fidelity to the Promised Messiah, regardless of whether they
had heard his name or not, are kafir and outside the fold of Islam"
2. Since we regard Mirza Ghulam Ahmad to be a Prophet and the
Non-Admadiyas do not regard him to be a Prophet, and according to the
teachings of the Quran to reject any one of the Prophets is apostasy,
the non-Ahamdiyas are Kafirs"

MGA dengan karakter seperti itu rasanya tidaklah mengikuti karakter
para nabi Allah. Ia hanyalah manusia biasa yang sama sekali tidak
menyamai perilaku para nabi apalagi melampaui lebih baik. MGA
adalah sosok manusia dengan ambisi pribadi untuk mendapatkan sebuah
pengakuan. Ini semacam bentuk sublimasi dari pengalaman masa kecilnya
dan mudanya yang tak pernah mendapatkan perhatian. Dililhat dari
sisi kecerdasan saya sangat yakin ia jauh lebih rendah jika
dibandingkan dengan Paulus. Hal ini saya dasarkan atas statement
kenabian yang menggunakan kebangkitan Isa Al Masih, bukanlah ide dia
tetapi ide dari actor intelektualnya yaitu Hakim Nurudin Bhairawi.
Jadi ide MGA sebagai Isa Al Masih sangat mirip dengan ide kerasulan
Paulus yang didasarkan atas klaimnya bahwa ia melihat Yesus.
Sangatlah sulit dimengerti sosok seperti itu dipercayai oleh para
pengikutnya sebagai Nabi. Hebatnya lagi, aliran ini juga
mengkafirkan dan mengeluarkan dari Islam umat islam pengikut
Rasulullah Muhammad SAW jika tidak mengikuti ahmadiah dan mengimani
MGA si manusia yang mengidap penyakit saraf dan ngompol, serta mati
karena terkena kolera karena sumpahnya sendiri.
Read More… Read More… Read More…

Keresahan sosial meluap dalam demonstrasi di Timor Timur



Use this version to print | Send this link by email | Email the author
Setidaknya dua orang terbunuh dan lebih dari 20 terluka dalam bentrokan dengan polisi dan tentara selama dua hari demonstrasi dan penjarahan oleh pelajar dan pemuda pengangguran di Ibukota Timor Timur, Dili. Keadaan tetap menyekam setelah pemerintah menetapkan jam-malam pada hari Rabu dan memanggil pasukan PBB untuk membantu polisi mengamankan gedung-gedung vital dan mematroli jalan-jalan kota itu. Sebagian besar pertokoan dan usaha-usaha, dan juga perguruan tinggi dan sekolah menengah umum, tutup kemarin.
Demonstrasi oleh para pelajar meledak pada hari Selasa setelah polisi memasuki sebuah sekolah menengah umum untuk menangkap seorang pelajar yang dituduh terlibat dalam kekerasan gang. Pada hari Rabu pagi, setidaknya 500 pelajar dan unsur masyarakat lainnya berkumpul di depan Kantor Pusat Polisi di Dili untuk memprotes penangkapan tersebut. Presiden Xanana Gusmao datang ke kantor polisi untuk menghimbau ketenangan namun tidak dihiraukan dan harus segera dikawal masuk setelah batu-batu mulai berterbangan.


Polisi menjawab pelemparan batu dengan tembakan peringatan dan lalu menembak ke dalam kumpulan massa, membunuh setidaknya seorang pelajar, dan tambah menimbulkan kebencian ketika mereka mencoba mengambil jazad sang pelajar. Para pelajar yang penuh kemarahan disertai oleh masyarakat umum dalam kerusuhan yang ditujukan kepada pemerintah, PBB dan usaha-usaha milik pengusaha asing. Para demonstran menjarah dan membakar toko-toko, kendaraan-kendaraan dan gedung-gedung, termasuk rumah tinggal Perdana Menteri Mari Alkatiri, gedung parlemen dan mesjid Dili.
Pejabat Timor Timur mengumumkan bahwa dua orang terbunuh —— salah satunya seorang pelajar berusia 14 tahun, Honorio Ximenes—namun angka kematian bisa menjadi lebih tinggi. Para saksi mata menyatakan bahwa polisi menembak dan membunuh sampai dengan lima orang. Saturnino Saldaha, seorang dokter di rumah sakit Dili, menyatakan bahwa fasilitasnya dipenuhi oleh pemuda-pemuda yang terluka parah dan sangat membutuhkan donor darah. Sekitar 80 orang telah ditangkap karena penjarahan dan berbagai tuduhan lain dan kini ditahan di fasilitas PBB di Tasielo di luar Dili.
Gusmao, Alkatiri dan yang lainnya segera berusaha menyalahkan “provokasi luar” dan mempertegas bahwa mereka yang terlibat akan menghadapi sepenuhkan hukum yang berlaku. “Terdapat di antara mereka yang bukan dari sekolahan itu (sekolah menengah umum di mana pelajar itu ditangkap), dan merekalah yang menghasut kejadian ini,” Gusmao menyatakan.
Alkatiri menapis pernyataan bahwa demonstrasi ini merupakan perwujudan ketidakpuasan terhadap pemerintah, ia menyatakan: “Hal ini tidak ada hubungannya dengan ketidakpuasan umum, hanya dengan situasi yang dimanfaatkan oleh orang-orang lain.”
Menteri Dalam Negeri Rogerio Lobato secara tegas menyimpulkan bahwa para demonstran merupakan “suatu tindakan terorganisir untuk menjatuhkan pemerintahan.” Ia dan beberapa pejabat menuduh bahwa CDP-RDTL (Komite Pertahanan Sipil—Republik Demokrasi Timor Timur) berada di balik kerusuhan ini. Organisasi ini, yang menentang kehadiran PBB dan menyerukan kemerdekaan menyeluruh untuk Timor Timur, telah mengorganisir beberapa demonstrasi anti-pemerintah.
Pemerintah sangat jelas mencari kambinghitam untuk mengalihkan perhatian dari kegagalan kebijaksanaan-kebijaksanaan mereka. Terdapat suatu jurang pemisah sosial yang besar antara segelintir kaum elit yang terdiri dari pejabat pemerintahan, pengusaha, pejabat asing, pekerja sosial asing dan pasukan asing dengan sebagian besar dari masyarakat, sebagian besar dari mereka tidak mempunyai pekerjaan dan hidup di bawah garis kemiskinan.
Para pemuda, terutama, sangat marah bahwasanya luangan untuk pendidikan dan memperoleh pekerjaan adalah sangat kecil. Di antara usaha-usaha yang dijarah pada hari Rabu adalah supermarket milik-Australia “Hello Mister”, yang mengkhususkan diri menyediakan kebutuhan import untuk para pekerja PBB dan pekerja asing. Di mana pasukan PBB dan para pejabatnya dibayar tunjangan hidup sebesar US$100.00 per hari, sebagian besar penduduk Timor Timur berjuang mati-matian hanya untuk hidup dari hari kehari. Sebagian kecil dari mereka yang dapat pekerjaan berpenghasilan rata-rata US$6.00 per minggu.
Perkiraan pengangguran berkisar antara 70 sampai dengan 80 persen. Lagi pula, hal ini bertambah parah setelah Timor Timur menyatakan secara resmi deklarasi kemerdekaan pada 20 Mei 2002, halmana jumlah pegawai PBB berkurang. Kesulitan yang dihadapi oleh para penduduk pedesaan di daerah perdalaman bertambah dengan parahnya musim kemarau. Walau dengan batas garis kemiskinan resmi ditetapkan senilai US$0.50 sen per hari, suatu penelitian PBB tahun lalu menemukan bahwa 60 persen dari masyarakat di perdalaman hidup dalam kemiskinan. Pendidikan dan jasa kesehatan sangatlah sederhana.
Sebagian besar penduduk Timor Timur merasa dikhianati setelah janji-janji yang diberikan menyusul intervensi militer PBB yang dipimpin oleh Australia ke Timor Timur tidak terwujud. Tampak sangat tegang dengan keadaan ini, Perdana Menteri Australia John Howard menelepon mitranya di Dili menjanjikan pemberian bantuan keuangan—untuk memperkuat kemampuan kepolisian dan kehakiman, dan bukannya untuk meniadakan penyebab pokok akan krisis social itu.
Pandangan bahwa administrasi Alkatiri berkuasa hanya untuk suatu kelompok elite yang kecil dipertegas dengan keputusannya untuk menggunakan bahasa Portuguese, bahasa dari kekuatan penjajah terdahulu, sebagai bahasa resmi negara. Sebagian besar dari masyarakat —-sekitar 90 persen—- hanya dapat berbahasa Indonesia atau Tetum dan berbagai bahasa lokal lainnya dan dengan sendirinya tidak dapat bekerja untuk pemerintahan dan tersingkir dari parlemen, pengadilan dan berbagai institusi resmi pemerintahan.
Salah satu permasalahan yang menimbulkan amarah terhadap polisi adalah klaim bahwa dalam jajaran kepolisian terdapat bekas anggota milisi pendukung Indonesia yang mengobarkan gelombang kekerasan melawan para pendukung kemerdekaan sebelum dan setelah referendum akan status Timor Timur yang disponsori oleh PBB di tahun 1999. Pemerintah telah terpaksa menyetujui bahwa pemerintah akan memberikan prioritas di hari esok untuk para bekas pejuang kemerdekaan untuk mengisi ratusan lowongan pekerjaan kepolisian.
Kesengsaraan yang dihadapi oleh sebagian besar masyarakat telah menimbulkan berbagai demonstrasi anti-pemerintahan. Pada tanggal 28 Nopember 2002, selagi pejabat pemerintah melaksanakan acara peringatan perayaan akan percobaan pertama deklarasi kemerdekaan Timor Timur ditahun 1975, sekitar 3000 orang berkumpul untuk menentang Alkatiri dan kebijaksanaan pemerintahannya. Pada acara resminya, Gusmao merasa perlu mengaku pada massa bahwa “kita lebih tergantung dari sebelumnya, untuk hidup dari kekuatan dan kemampuan orang-orang lain”.
Usaha oleh Gusmao dan Alaktiri untuk menyalahkan demonstrasi minggu ini pada “agitasi dari luar” sekedar menunjukan posisi mereka yang makin terkucil. Tidak mampu menjawab permasalahan sosial dan ekonomi yang dihadapi oleh sebagian besar masyarakat, pemerintah memberi signal akan kehendak pemerintah untuk mematahkan segala jenis perlawanan politik. Dengan tindakan semacam ini, pelaksanaannya tergantung semata hanya pada 4,700 pasukan asing dan polisi yang masih berada di Timor Timur di bawah bendera PBB. Hal yang penting juga, Menteri Luar Negeri Jose Ramos Horta, berbicara dari Madrid, menyerukan kepada PBB untuk memperlambat langkah pengurangan pasukan PBB.
Read More… Read More… Read More…

Abaikan Seruan Internasional

Pasukan lapis baja Israel masih dikerahkan di garis depan Gaza sebagai persiapan bagi kemungkinan invasi darat, dengan mengabaikan seruan-seruan internasional agar konflik itu dihentikan.

Sekitar 1.850 orang cedera di Gaza dalam konflik paling mematikan dalam empat dasawarsa. Serangan itu dilancarkan oleh Israel untuk mengakhiri penembakan roket yang meningkat setelah penguasa Hamas di Gaza mengumumkan berakhirnya gencatan senjata enam bulan mereka pada 19 Desember.

Seperempat dari yang tewas adalah warga sipil, demikian menurut estimasi PBB. Empat warga Israel tewas dalam serangan roket dari Gaza sejak ofensif Israel dimulai Sabtu lalu.



Para analis mengatakan pemimpin-pemimpin Israel merasa mendapat tekanan untuk bertindak menjelang pemilihan umum 10 Februari mendatang, dan survai-survei mengindikasikan serangan-serangan itu mungkin akan meningkatkan dukungan bagi para calon sentris Menhan Ehud Barak dan Menlu Tzipi Livni atas lawan utamanya Benjamin Netanyahu dari partai Likud sayap-kanan.

Dua warga Israel cedera ketika dua roket menghantam kota Israel, Ashkelon hari Jumat, kata para medis.
Serangan-serangan roket terbaru itu menyusul serangan udara militer Israel terhadap sekitar 20 sasaran Hamas Jumat dinihari, termasuk sebuah rumah yang dihancurkan di Kota Gaza.

Kamis tengah malam (1/1), pesawat-pesawat tempur Israel membom mesjid Jebalya. Para pejabat keamanan Israel mengatakan itu merupakan tempat pertemuan dan pos komando bagi para militan Hamas dan sejumlah besar ledakan setelah serangan menunjukkan roket-roket, rudal-rudal dan senjata lain disimpan di sana.

Pejabat Hamas Ayman Taha menyerukan agar dilakukannya pembalasan atas pembunuhan Rayyan. “Darah Sheikh Nizar Rayyan dan darah syuhada lainnya tidak akan pernah sia-sia dan musuh akan membayar mahal bagi tindak kejahatan yang dilakukannya, “ kata Taha.

Dua dari empat istri Rayyan dan tujuh dari anak-anaknya tewas dalam serangan terhadap rumahnya di kamp pengungsi Jebaliya.
Hari Kemarahan

Sementara itu Hamas minta warga Palestina di Tepi Barat Sungai Jordan yang diduduki dan di Jerusalem Timur yang dicaplok Israel untuk menandai "hari kemarahan" Jumat dengan berdemonstrasi menentang agresi Israel di Jalur Gaza.

Gerakan Islam itu menyerukan "demonstrasi besar-besaran" setelah shalat shalat Jumat, mulai dari kompleks Masjidil Al-Aqsa di Jerusalem dan dari "semua mesjid di Tepi Barat".

"Jadikan Jumat hari solidaritas dengan rakyat kita di Gaza dan hari kemarahan terhadap pendudukan Zionis dan penghuninya," kata Hamas, yang memerintah Gaza sejak mengusir pasukan yang setia pada presiden Palestina Mahmud Abbas Juni tahun lalu.
Sementara itu, polisi Israel telah mengerahkan balabantuan sebelum demonstrasi itu.

"Kami telah memobilisasi ribuan tentara untuk meronda Jerusalem Timur dan desa-desa di dekatnya untuk menjaga ketenangan," jurubicara polisi Micky Rosenfeld mengatakan.

Sedikitnya 420 warga Palestina, sebagian besar anggota Hamas tapi mencakup juga sejumlah warga sipil, telah tewas dalam serangan kilat Israel terhadap sasaran Hamas di Gaza yang dimulai Sabtu. (Rtr/ha/Ant/AF
Read More… Read More… Read More…