Sabtu, 10 Januari 2009

Remaja Beramal, Orangtua yang Keberatan



BERBAGAI macam masalah sosial yang terjadi di sejumlah tempat di wilayah Bali setidaknya bisa menggugah rasa keprihatinan kita. Misalnya, kelaparan yang melanda krama kita di Nusa Penida akibat kemarau berkepanjangan. Pascapeledakan bom di Legian, Kuta, Sabtu (12/10) lalu. Berbagai penyakit kronis muncul dan melilit sejumlah anak yang notabene berada pada garis kemiskinan, sudah tentunya sangat memerlukan uluran tangan kita. Bagaimana reaksi generasi muda kita terhadap penomena ini?

Untuk waktu sekarang sebagian besar remaja (pelajar) boleh dibilang sudah makin terketuk dan tergugah dalam menyikapi masalah sosial yang makin banyak melanda masyarakat, khususnya di Bali ini. Berbagai kegiatan telah mereka lakukan. Seperti mengadakan kunjungan sosial ke panti asuhan (PA), penyaluran bantuan kepada warga yang dilanda kelaparan di Nusa Penida dan aksi sosial lainnya. NM Trisna Susanti, S.Psi. mengungkapkan hal tersebut dalam dialog interaktif yang digelar Wiyata Mandala bekerja sama dengan Radio Global FM 99,15 Kini Jani, Sabtu (12/10) lalu. Hadir dalam acara interaktif yang mengangkat tema ''Menggugah Generasi Muda Menyikapi Masalah Sosial Itu'', Drs. Ketut Loper Winartha (Wakasek Kesiswaan SMU 1 Denpasar), I Wayan Nika (Ketua Yayasan PA Dharma Jati), Manik Asti dan Pasek Warga Antara (siswa SMU Dharma Praja), Citra Aditya, Anisa Ramadhani, Eka Prasetyo Pengelela (siswa SLTPN 1 Denpasar) dan Edi Yasa, Messo Deina (SMUK Harapan).

Ditegaskan kembali oleh Susanti, ketertarikan remaja (pelajar) menyikapi masalah sosial kemasyarakatan seperti ini juga dapat menimbulkan rasa empati mereka. Karena itu, proses belajar itu tidak hanya pada lingkungan di sekolah saja dengan materi pelajaran yang sudah terpatok. Dengan menyikapi lingkungan sekitar kita sudah dapat memperoleh ilmu. Senada dengan Susanti, Drs. Ketut Loper Winarta mengungkapkan, peran generasi muda dalam menyikapi masalah sosial sudah cukup nampak. ''Khususnya lagi pada pelajar, kegiatan aksi sosial banyak yang mereka ikuti,'' kata Loper dengan mengambil contoh sendiri anak didiknya di SMU 1 Denpasar. Karena itu, sambungnya, dari kegiatan sosial ini tidak hanya bertujuan menggugah hati nurani, juga mendalami pendidikan budi pekerti secara tidak langsung.



Benarkah remaja sudah mengambil sikap demikian? Citra Aditya, siswi SLTPN 1 Denpasar mengatakan, tampaknya belum sepenuhnya benar. Soalnya, kata dia, remaja sekarang cenderung ingin menunjukkan kehebatannya dengan rekan yang lain seperti bagus-bagusan sepatu dan sebagainya. Namun, kalau diajak ke masalah sosial masih banyak yang pikir-pikir. Ia setuju siswa dan remaja diajarkan saling membantu keluarga tak mampu.

Ketua Yayasan Panti Asuhan Dharma Jati I Wayan Nika sangat mengharapkan akan makin tergugahnya hati para generasi muda dalam menyikapi masalah sosial. Sebagaimana disebutkan Nika, dari yayasan yang dipimpinnya sekarang ini sangatlah mengharapkan bantuan dan uluran tangan dari masyarakat untuk kelangsungan hidup anak-anak yatim yang kini sudah hampir mencapai 100 orang itu. ''Apa pun bantuan yang nantinya diserahkan dari masyarakat kami dari yayasan sangat berterima kasih,'' ungkap Nika.

Dari segi jumlah, ia menilai peran serta remaja dan masyarakat Hindu di Bali masih kurang dibandingkan dengan umat yang lain. Penyebabnya, barangkali karena umat Hindu banyak disibukkan dengan adat dan upacara agama.

Sementara Gung Derah, Pak Alit dan Pawangsa yang ikut urun rembuk pada interaktif tersebut mengatakan tak setuju siswa dilibatkan dalam kegiatan aksi sosial seperti pengumpulan sumbangan, lebih-lebih diperuntukkan bagi pelajar yang notabene tidak berpenghasilan. Menurut mereka, ada unsur dipaksa oleh gurunya. Ia justru mengeluh sebagai orangtua siswa karena sumbangan macam begini akan menjadi beban bagi orangtua siswa.

Namun, hal itu dibantah oleh Susanti. Menurut Susanti, sikap orangtua hendaknya tidaklah demikian. Malah sebaliknya, orangtualah diharapkan bisa menuntun anaknya untuk melakukan kegiatan-kegiatan amal. ''Janganlah dilihat dari besar kecilnya nilai sumbangan yang kita salurkan. Namun yang terpenting adalah rasa keikhlasan kita,'' tegas Susanti. Bahkan, ditambahkan Ketut Loper, keikutsertaan dalam kegiatan sosial seperti ini juga adalah sebuah bentuk yadnya.

Mengomentari masalah ini, Tut De Pasek Warga Antara dari SMU Dharma Praja menjelaskan, tak semua orangtua siswa yang keberatan anaknya minta uang untuk membantu sesama. Ia mengatakan, harusnya siswa yang mampu meyakinkan orangtuanya untuk mau menyisihkan sebagian penghasilan bagi orang yang memerlukan.

Secara benar

Penelepon lainnya seperti Vijay, Tatik, Pak Dewa lebih menyarankan agar sumbangan-sumbangan dari siswa tersebut agar disalurkan secara benar. Tatik mengungkapkan, banyak memiliki buku-buku pelajaran yang tak terpakai, namun tak tahu bagaimana caranya menyalurkan ke panti asuhan. Sementara Dewa mengungkapkan, pemahaman kehidupan beragama masih dianggap selesai sembahyang sudah usai. Padahal mereka juga harus ikut dalam amal. Dalam ajaran agama mana pun, kata dia, umatnya diajarkan untuk menyisihkan sedekah, ber-yadnya dan mapunia kepada yang tidak mampu. Jika ini tak dilakukan, kekayaan itu akan sia-sia. Makanya ia berpendapat anak-anak perlu dituntun beramal sejak ia remaja. * Sueca
=================================

Membangkitkan Sikap Empati
SEMUA orang sejak lahir sudah dibekali rasa empati yakni sikap merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. Sikap itu tak akan tumbuh alias terpendam jika tak pernah dibangkitkan. Tinggal orangtua di rumah dan guru di sekolah mengembangkannya ke arah yang positif dan bermanfaat bagi anak itu sendiri dan lingkungan sosialnya. Terutama agar mereka memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap masalah-masalah sosial dan kemasyarakatan yang ada di sekitarnya. Apalagi, akhir-akhir ini begitu banyaknya masalah sosial yang muncul.

Pengamat psikologi dari Yayasan Adhi Mekar Indonesia (AMI) Ni Made Trisna Susanti, S.Psi. menjelaskan, kepekaan sosial penting bagi manusia untuk menggalang kebersamaan. Seperti membantu mengevakuasi korban ledakan bom di Kuta, saat terjadi bencana alam dan sebagainya. Termasuk membantu mereka yang memerlukan uluran tangan. Berbagai cara dapat dilakukan mulai dari hal-hal yang kecil. ''Membangkitkan sikap empati ini sangat perlu sejak masa anak-anak,'' ujarnya.

Untuk memupuk rasa sosial ini di sekolah sudah diberikan berbagai ekstrakurikuler seperti PMR, Pramuka, PMI, kelompok pecinta alam dan sebagainya. Ini artinya, mereka sudah didekatkan dengan kondisi lingkungannya sejak kecil. Ia menilai tumbuhnya kepekaan sosial di kalangan anak-anak maupun remaja, itu sepenuhnya tergantung dari lingkungan terdekatnya. Mulai dari lingkungan keluarga, sekolah hingga di mana mereka berada.

''Kami mengenalkan kepada siswa banyaknya masalah sosial yang dihadapi teman-teman sebayanya. Di antaranya korban putus sekolah lantaran terbentur biaya, terpaksa bekerja di bawah umur dan sebagainya,'' ujar Mbak Trisna. Alumnus Fakultas Psikologi Muhamadiyah Malang tahun 1984 ini menyoroti, tak sedikit orangtua yang memiliki ambisi berlebihan. Terbukti mereka memperkosa hak-hak anak, yang sangat diperlukan untuk mendukung aspek sosial siswa. Terutama waktu bermain anak dan bersosialisasi dengan lingkungan. Sebab, jika anak hanya dipacu dengan tujuan semata-mata mengejar prestasi dalam bidang akademis, akan berdampak buruk pada perkembangan sosial anak. Salah satunya akan menghambat proses komunikasi antarmereka dalam lingkungan sosialnya. * Sueca
Read More… Read More… Read More…

macam kutu internet dan cara pencegahannya

Image
Dunia maya tidak lepas dari kutu digital / pests program. Bila Virus yang mengacaukan sistem computer sudah bermutasi menjadi alat penyerang sudah menjadi hal biasa. Tetapi saat ini yang lebih menjengkelkan saat ini adalah para kutu yang disebut dengan Adware, Spyware, Worm dan Trojan.

Disebut sebagai kutu internet karena sifatnya yang menganggu. Dan membuat gatal sebuah computer sampai menjadi parasit yang terus membebani sistem sebuah computer sampai network dan koneksi internet. Bila anda pertama kali merasakan computer begitu cepat, setelah beberapa waktu anda mengunakan internet maka computer perlahan lahan menjadi lambat. Kemungkinan kelambatan computer bisa disebabkan oleh salah satu jenis program Malware tersebut.

Macam-macam kutu internet antara lain:

Adware
Adware ada iklan yang dimasukan secara tersembunyi oleh pembuat program. Umumnya program diberikan secara gratis, tetapi dengan kompensasi pemakai harus menerima iklan pada program.

Browser Helper Object
BHO adalah pembajak yang menampilkan link pada toolbar. Umumnya BHO melakukan kegiatan mata mata untuk mencatat kegiatan netter, disamping tampilan browser anda ditambahkan toolbar khusus

Browser Hijackers
Browser anda dimasukan link tertentu. Dan memaksa anda masuk pada sebuah situs walaupun anda sudah benar mengetik alamat situs yang anda inginkan. Artinya, program Browser anda secara tidak langsung sudah dibajak dan diarahkan ke situs tertentu

Dialer
Memasukan fungsi otomatis untuk koneksi internet, bahkan secara diam diam program dapat aktif sendiri. Untuk kerugian, tagihan telepon anda mendadak membengkak



Drive-by downloads
Program yang di install tetapi tidak diketahui oleh pemilik computer. Cara ini memanfaatkan kelemahan pada IE.

Homepage Hijacking
Ini paling banyak dilakukan oleh pembuat Malware. Dengan menganti alamat homepage pada default browser dan tidak dapat dirubah walaupun anda sudah melakukan set ulang.

Keylogger
Program yang masuk dan mencatat apa yang anda ketik. Dan mengirim data ke server pembuat Malware.

Retrospies
Program Malware yang sengaja mencoba mematikan anti spyware.

Scumware
Diartikan sebagai program yang tidak dinginkan dan masuk ke computer tanpa ijin

Search Hijackers
Adalah kontrol yang dilakukan sebuah search engine pada browser. Bila salah menulis alamat, program biasanya menampilkan begitu banyak pop up iklan yang tidak karuan.

Surveillance Software
Salah satu program yang berbahaya. Karena mencatat kegiatan pada sebuah computer termasuk data penting, password dan lainnya. Program ini sangat pintar , dan baru mengirim data setelah seseorang selesai melakukan aktifitas.

Thiefware
Difungsikan untuk mengarahkan pengunjung situs dan mengarahkan ke situs lain yang mereka kehendaki. Cara ini tidak ilegal tetapi dinilai kasar

Trojan Horse
Adalah program dikategorikan sebagai virus. Fungsinya untuk mengkontrol computer yang terinfeksi

Dari nama nama diatas, perbedaan antara virus dengan kutu computer membuat program malware sulit dibedakan. Keduanya sama sama memiliki sifat yang kita tidak inginkan. Virus , Worm virus termasuk Trojan dapat dihadapi dengan program khusus yaitu AntiVirus. Sedangkan perkembangan kutu Adware dan Spyware internet harus dihadapi dengan anti spyware dan anti adware.

Walaupun agak sulit membedakan untuk dimasukan kedalam kategori apakah sebuah program malware. Dibawah ini adalah beberapa kategori dari penganggu computer yang ada saat ini. Untuk artikel dibawah ini, seluruh kategori pada tabel diatas dimasukan dalam kata program Malware.

Kategori untuk Trojan , Worm dan Hijacker

Trojan adalah replika atau duplikat virus. Trojan dimasukan sebagai virus karena sifat program yang tidak diinginkan dan bekerja dengan sendirinya pada sebuah computer. Sifat trojan adalah mengkontrol computer secara otomatis. Misalnya computer yang dimasuki trojan email. Trojan dimasukan dalam RATS (remote access trojans) dimana sebuah computer dikontrol oleh program tertentu, bahkan beberapa trojan difungsikan membuka computer agar dapat dimasuki oleh computer dan diaccess dari jauh.

Worm virus adalah virus. Kategori Worm dikelompokan sebagai si cacing internet. Fungsi utamanya untuk melakukan serangan dan menyebar serta mengambil data dan mengirim email secara diam diam dan acak. Tetapi saat ini juga dimanfaatkan untuk tujuan tertentu, misalnya mengirim data pada sebuah computer tanpa diketahui oleh pemiliknya. Batasan Worm untuk tujuan komersil atau non komersial menjadi tipis. Karena program dibuat untuk mengambil data dan dikirim ke tempat tertentu

Untuk Hijacker dimana seseorang masuk kesebuah situs, dan secara tidak sengaja mengclick sesuai permintaan pada tampilan situs. Disitulah program Hijacker bekerja, dan memasuki fungsi browser anda agar dikontrol sesuai keinginan mereka.

Spyware

Berbeda dengan Spyware yang berkonotasi dengan fungsi Spy atau memata matai. Spyware adalah program yang diam diam telah masuk kedalam computer dan mengambil data. Tujuan awal dari pembuatan Spyware adalah mencari data dari pemakai internet dan mencatat kebiasaan seseorang dalam menyelusuri dunia maya. Sayangnya, perkembangan Spyware tersebut dirusak dengan munculnya pencuri yang dapat mengambil data pada sebuah computer.

Bagaimana masuknya program spyware ini. Umumnya program jenis spyware masuk secara langsung dengan mengelabuhi pemakai internet. Bisa saja seseorang yang membuka sebuah website dan secara tidak sengaja menerima sebuah peringatan dan melakukan apa yang di kehendaki oleh si pembuat web. Spyware sebenarnya tidak berbahaya, karena hanya difungsikan untuk memata matai computer seseorang setelah berkunjung. Sayangnya semakin hari semakin berkembang, bahkan spyware sudah dijadikan alat untuk mencari data pribadi pada sebuah computer. Dan diam diam mengunakan koneksi internet anda tanpa diketahui dan computer sudah menjadi mata mata tanpa diketahui pemiliknya

Adware

Adware sebenarnya difungsikan sebagai promosi atau iklan berbentuk banner. Terkadang pemakai ingin mengunakan program shareware tetapi didalamnya terdapat program yang difungsikan sebagai Adware. Misalnya Program A yang diberikan secara gratis, ternyata memiliki jendela kecil pada program dan terus berganti ganti gambar iklan. Atau anda mengunakan Yahoo messenger dan pemilik Yahoo menempatkan banner iklan pada sebuah bagian di program Yahoo chat.

Kategori diatas masih dikatakan aman, pembuat program memberikan program gratis, sementara mendapatkan dana uang dari iklan yang ditempatkan pada programnya. Sayangnya program Adware mulai dimanfaatkan terlalu banyak. Terkadang mengambil bandwidth atau beban koneksi internet terlalu besar dan akhirnya membuat koneksi internet menjadi benar benar lambat dan menganggu computer ketika melakukan surfing. Terlebih adware yang sudah masuk kedalam computer dan menjakit didalam program Windows. Ketika seseorang membuka sebuah site maka yang muncul adalah link ke site yang ditentukan oleh program Adware. Hal paling menjengkelkan bila jenis Adware yang tidak dapat ditutup. Begitu satu pop iklan muncul ditutup, tidak lama lagi muncul pop baru yang lebih banyak.

Bahkan Adware dapat melakukan pekerjaan ganda yang dibutuhkan pada tampilan sebuah iklan atau si pembuat program memanfaatkan dengan merekam data netter. Misalnya mencari tahu kemana saja seorang pemakai computer melakukan surfing di internet atau ingin mengetahui apakah netter juga mengunjungi pihak perusahaan pesaing yang sama. Artinya dengan adanya Adware, Privasi seseorang mulai dapat dilihat oleh orang lain. Adware bukan tidak saja menganggu privasi seseorang, tetapi mencuri bandwidth internet anda secara diam diam.

Pengaman yang tidak selalu aman

Dengan antivirus yang terpasang tidak menjanjikan sebuah computer aman dari kutu digital. AntiVirus umumnya hanya ditujukan bagi virus penganggu dan sifatnya non-komersil. Virus umumnya dapat dibedakan dengan Malware memiliki sifat komersil. Tetapi apa artinya bila perbedaan hanyalah sebagai sebuah nama. Tetapi fungsinya tetap sama, yaitu menganggu computer bekerja dan merugikan pemakai computer

Spyware dan Adware akan efektif dihadapi dengan program tersendiri dan bukan oleh program Antivirus. Demikian juga dengan kemampuan dari pembuat Anti Spyware, kombinasi beberapa program Anti Spyware akan lebih efektif. Walaupun cara ini tidak menjamin 100% computer bebas dari program Malware. Karena sampai Oktober 2005, jenis Malware, Spyware dan Adware telah mencapai jumlah 45,000 lebih

Kerugian dengan adanya Malware pada sebuah computer

Paling awal untuk kerugian adalah koneksi bandwidth internet. Karena media internet menjadi salah satu keuntungan pembuat Malware. Koneksi internet akan menjadi lambat atau sangat lambat karena terus dibebani oleh program parasit

komputer juga menjadi lambat. Beberapa Malware masuk kedalam start-up System Windows tanpa diketahui pemilik computer. Bahkan beberapa program juga terus aktif dan memakan utilitas processor. Artinya, walaupun komputer sedang idle ternyata komputer sebenarnya masih terus bekerja dengan beban dari program Malware. Tentu dengan beban tersebut juga akan menarik daya listrik pada komputer serta membuat computer menjadi lambat

Pada Dialer, terkadang bisa melakukan link ke internet dengan sendirinya. Bila koneksi internet dilakukan dengan Dial-up. Diam diam Malware Dialer dapat aktif dengan sendirinya.

Komputer yang terinfeksi parasit tidak saja menjadi lambat ketika dinyalakan. Bila sudah terlalu banyak dapat membuat komputer menjadi sangat lambat bahkan crash.

Paling menganggu pada Hijacker, karena program browser anda yang diserang. Maka browser anda menjadi kacau. Mengetik alamat kesebuah situs yang benar bisa menjadi salah bila Browser sudah dimasuki program jenis Hijacker. Dan kontrol dari program Malware akan menganggu kenyamanan netter. Belum lagi muncul pop-up windows yang terus saja muncul. Kerugian pada Hijacker adalah waktu yang terbuang karena Browser dikacaukan untuk mengarahkan ke alamat site atau situs yang salah.

Dan masih banyak lagi dampak dari program Malware yang bisa dilakukan oleh si pembuat program.

Menghadapi kutu Digital dan worm virus

Pertama biasakan mendidik diri sendiri untuk tidak memasuki area terlarang atau wilayah berbahaya. Ungkapan ada gula pasti ada semut memang sulit dirubah. Beberapa netter ingin mencari informasi atau yah kita tahu lah didaerah apa yang terlihat menghibur dengan kesenangan sesaat. Ada baiknya menghindari area berbahaya tersebut, atau mempersiapkan computer untuk menghadapi site site berbahaya.

Biasakan tidak mengklik kata next pada situs tertentu. Umumnya situs yang memiliki program kutu internet mencoba mengakali pemakai internet. Cara menjebak pemakai banyak dilakukan oleh site site porno gratis atau software gratis misalnya dengan memberikan warning anda harus berumur 17 tahun dan anda harus menyetujui dengan mengclick icon mereka. Terserah apa yang anda click, sebenarnya tidak akan berbeda. Selanjutnya program di kirim ke computer anda dan selesai tugas mereka menjebak anda.

Jangan meng-klik sebuah link bila anda tidak yakin mendapatkan sebuah email yang tidak jelas. Bila anda mengatakan bahwa ini hanyalah sebuah link ke sebuah situs dan tidak berbahaya, kemungkinan pernyataan tersebut salah besar. Link yang ada bisa saja berhubungan dengan sebuah situs yang selalu telah siap menyerang computer anda. Beberapa kelemahan umumnya terjadi pada program Internet Explorer. Dan saat saat demikian memang sengaja ditunggu oleh pemiliki program menjebak netter yang tidak mengupdate program Internet Explorer.

Berhati hati dengan para pembuat program untuk digunakan secara gratis / freeware. Percayalah dari semua pembuat program kemungkinan ada yang tidak jujur. Dan anda dapat saja dimanfaatkan dengan kata kata gratis tetapi diam diam program mereka melakukan hal hal yang tidak anda inginkan. Hasilnya, biaya koneksi internet menjadi lebih mahal dibandingkan dengan membeli software sebenarnya.

Image
Tolak semua yang meminta menginstall program. Dengan janji apapun yang terlihat legal sebenarnya use dipaksa untuk menerima program dari sebuah website agar dapat dimasukan Adware ataupun Spyware.

Image
Matikan program tanpa dengan mematikan tanda X pada windows sebelah kanan atas. Dan jangan pernah mempercayai pilihan Yes, No dan lainnya yang disediakan. Karena kemungkinan pilihan tersebut semuanya berfungsi sama.

Matikan fungsi download ActiveX dari browse dan hanya menjalankan bila diperlukan.

Khususnya Internet Explorer dari Microsoft selalu menjadi target dari pembuat kutu dan memanfaatkan kelemahan program. Dan biasakan mengaktifkan auto update agar keamanan sistem operasi terus update.

Untuk keamanan lebih baik, gunakan program browser lain yang bukan menjadi target para kutu internet. Misalnya FireFox, AdvantBrowser, NetCaptor dan lainnya yang memiliki tambahan sistem pengaman untuk melakukan blocking pop windows. Pemakaian program tambahan dengan fasilitas Anti Pop membantu netter terhindari dari jebakan pop yang sering muncul dan menawarkan sesuatu. Tetapi tidak menjamin bahwa apa yang anda lakukan telah aman.

Matikan program Java dan Flash bila anda tidak mengunakan atau uninstall program dari harddisk. Beberapa kelemahan pada browser biasanya juga memanfaatkan lubang browser dengan Java.

Image
Coba periksa dengan fungsi command dari Windows dengan NetStat. Dengan program ini, maka anda dapat mengetahui kemana computer anda sedang terhubung. Bila pertama computer dijalankan dan lampu network pada sebelah kiri bawah Windows anda terus berkedip. Curigai bahwa computer anda kemungkinan telah dimasuki program Malware. Caranya dengan membiarkan computer terhubung ke internet, dan diamkan beberapa saat. Jalankan kembali program NetStat dan lihat kemana saja computer mencoba melakukan koneksi ke jalur internet. Dalam kondisi diam atau anda tidak membuka aplikasi apapun, daftar IP pada Netstat akan kosong. Bila muncul daftar IP tertentu, waspadai computer anda sudah terjangkit Malware.

Image
Matikan program pada start-up Windows. Untuk mudahnya, anda dapat mengunakan software Tune-up, atau msconfig (pilih start lalu run terus ketik msconfig) dan melihat file apa saja yang di loading ketika awal computer bekerja.

Perhatikan apakah pada daftar program terdapat program yang tidak dikenal. Tapi hal yang perlu diingat, program malware belum tentu dapat terlihat pada Star-Up dan tersembunyi didalam sistem Registry Windows. Membuang pada Start-Up Windows hanya efektif untuk mematikan Malware sederhana. Sedangkan yang lebih komplek lagi tidak dapat dimatikan dengan cara demikian.

Gunakan program Anti Spyware untuk menghadapi serangan Malware atau Spyware. Program Anti Spyware dapat mencegah masuknya program yang akan menganggu dan menyerang computer.

Jangan selalu mempercayakan 100% pada sebuah program. Cara terbaik terhindar dari program Malware adalah tidak menghubungkan computer pada jaringan internet.

Kombinasi pemakaian beberapa anti Spyware mungkin menjadi solusi terbaik. Karena tidak semua anti Spyware mampu membersihkan computer yang telah terjangkit Malware atau Spyware program.

(sumber: obengware)
Read More… Read More… Read More…

Hubungan Antara Kenakalan Remaja Dengan Keberfungsian Sosial Keluarga




Dalam kerangka konsep telah diuraikan tentang keberfungsian sosial keluarga, diantaranya adalah kemampuan berfungsi sosial secara positif dan adaptif bagi keluarga yaitu jika berhasil dalam melaksanakan tugas-tugas kehidupan, peranan, dan fungsinya serta mampu memenuhi kebutuhannya.

1. Hubungan antara pekerjaan orang tuanya dengan tingkat kenakalan

Untuk mengetahui apakah kenakalan juga ada hubungannya dengan pekerjaan orangtuanya, artinya tingkat pemenuhan kebutuhan hidup. Karena pekerjaan orangtua dapat dijadikan ukuran kemampuan ekonomi, guna memenuhi kebutuhan keluarganya. Hal ini perlu diketahui karena dalam keberfungsian sosial, salah satunya adalah mampu memenuhi kebutuhannya. Berdasarkan data yang ada mereka yang pekerjaan oangtuanya sebagai pegawai negeri 5 responden (16,7%), berdagang 4 responden (13,3%), buruh 5 responden (16,6%), tukang kayu 2 responden (6,7%), montir/sopir 6 responden (20%), wiraswasta 5 responden (16,6%), dan pensiunan 1 responden (3,3%).



7

Dari tabel korelasi diketahui bahwa kecenderungan anak pegawai negeri walaupun melakukan kenakalan, namun pada tingkat kenakalan biasa. Lain halnya bagi mereka yang orang tuanya mempunyai pekerjaan dagang, buruh, montir/sopir, dan wiraswasta yang kecendrungannya melakukan kenakalan khusus. Hal ini berarti pekerjaan orang tua berhubungan dengan tingkat kenakalan yang dilakukan oleh anak-anaknya. Keadan yang demikian karena mungkin bagi pegawai negeri lebih memperhatikan anaknya untuk mencapai masa depan yang lebih baik, ataupun kedisiplinan yang diterapkan serta nilai-nilai yang disosisalisasikan lebih efektif. Sedang bagi mereka yang bukan pegawai negeri hanya sibuk mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, sehingga kurang ada perhatian pada sosialisasai penanaman nilai dan norma-norma sosial kepada anak-anaknya. Akibat dari semua itu maka anak-anaknya lebih tersosisalisasi oleh kelompoknya yang kurang mengarahkan pada kehidupan yang normative.

2. Hubungan antara keutuhan keluarga dengan tingkat kenakalan

Secara teoritis keutuhan keluarga dapat berpengaruh terhadap kenakalan remaja. Artinya banyak terdapat anak-anak remaja yang nakal datang dari keluarga yang tidak utuh, baik dilihat dari struktur keluarga maupun dalam interaksinya di keluarga

.

Dilihat dari keutuhan struktur keluarga, 21 responden (70%) dari keluarga utuh, dan 9 responden dari keluarga tidak utuh. Berdasarkan data pada tabel korelasi ternyata struktur keluarga ketidak utuhan struktur keluarga bukan jaminan bagi anaknya untuk melakukan kenakalan, terutama kenakalan khusus. Karena ternyata mereka yang berasal dari keluarga utuh justru lebih banyak yang melakukan kenakalan khusus.

Namun jika dilihat dari keutuhan dalam interaksi, terlihat jelas bahwa mereka yang melakukan kenakalan khusus berasal dari keluarga yang interaksinya kurang dan tidak serasi sebesar 76,6%. Perlu diketahui bahwa keluarga yang interaksinya serasi berjumlah 3 responden (10%), sedangkan yang interaksinya kurang serasi 14 responden (46,7%), dan yang tidak serasi 13 responden (43,3%). Jadi ketidak berfungsian keluarga untuk menciptakan keserasian dalaam interaksi mempunyai kecenderungan anak remajanya melakukan kenakalan. Artinya semakin tidak serasi hubungan atau interaksi dalam keluarga tersebut tingkat kenakalan yang dilakukan semakin berat, yaitu pada kenakalan khusus.

3. Hubungan antara kehidupan beragama keluarganya dengan tingkat kenakalan

Kehidupan beragama kelurga juga dijadikan salah satu ukuran untuk melihat keberfungsian sosial keluarga. Sebab dalam konsep keberfungsian juga dilihat dari segi rokhani. Sebab keluarga yang menjalankan kewajiban agama secara baik, berarti mereka akan menanamkan nilai-nilai dan norma yang baik. Artinya secara teoritis bagi keluarga yang menjalankan kewajiban agamanya secara baik, maka anak-anaknyapun akan melakukan hal-hal yang baik sesuai dengan norma agama. Berdasarkan data yang ada mereka yang keluarganya taat beragama 6 responden (20%), kurang taat beragama 15 responden (50%), dan tidak taat beragama 9 responden (30%). Dari tabel korelasi diketahui 70% dari responden yang keluarganya kurang dan tidak taat beragama melakukan kenakalan khusus.

Dengan demikian ketaatan dan tidaknya beragama bagi keluarga sangat berhubungan dengan kenakalan yang dilakukan oleh anak-anaknya. Hal ini berarti bahwa bagi keluarga yang taat menjalankan kewajiban agamanya kecil kemungkinan anaknya melakukan kenakalan, baik kenakalan yang menjurus pada pelanggaran dan kejahatan maupun kenakalan khusus, demikian juga sebaliknya.

4. Hubungan antara sikap orang tua dalam pendidikan anaknya dengan tingkat kenakalan

Salah satu sebab kenakalan yang disebutkan pada kerangka konsep di atas adalah sikap orang tua dalam mendidik anaknya. Mereka yang orang tuanya otoriter sebanyak 5 responden (16,6%), overprotection 3 responden (10%), kurang memperhatikan 12 responden (40%), dan tidak memperhatikan sama sekali 10 responden (33,4%). Dari tabel korelasi diperoleh data seluruh responden yang orang tuanya tidak memperhatikan sama sekali melakukan kenakalan khusus dan yang kurang memperhatikan 11 dari 12 responden melakukan kenakalan khusus. Dari kenyataan tersebut ternyata peranan keluarga dalam pendidikan sangat besar pengaruhnya terhadap kehidupan anak.

5. Hubungan antara interaksi keluarga dengan lingkungannya dengan tingkat kenakalan

Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat, oleh karena itu mau tidak mau harus berhubungan dengan lengkungan sosialnya. Adapun yang diharapkan dari hubungan tersebut adalah serasi, karena keserasian akan menciptakan kenyamanan dan ketenteraman. Apabila hal itu dapat diciptakan, hal itu meruapakan proses sosialisasi yang baik bagi anak-anaknya. Mereka yang berhubungan serasi dengan lingkungan sosialnya berjumlah 8 responden (26,6%), kurang serasi 12 responden (40%), dan tidak serasi 10 responden (33,4%). Dari data yang ada terlihat bagi keluarga yang kurang dan tidak serasi hubungannya dengan tetangga atau lingkungan sosialnya mempunyai kecenderungan anaknya melakukan kenakalan pada tingkat yang lebih berat yaitu kenakalan khusus. Keadaan tersebut dapat dilihat dari 23 responden yang melakukan kenakalan khusus 19 responden dari dari keluarga yang interaksinya dengan tetangga kurang atau tidak serasi.

6. Pernah tidaknya responden ditahan dan dihukum hubungannya dengan keutuhan struktur dan interaksi keluarga, serta ketaatan keluarga dalam menjalankan kewajiban beragama

Data tentang responden yang pernah ditahan berjumlah 15 responden, dari jumlah tersebut 3 responden (20%) karena kasus perkelaian, masing-masing 1 responden (6,7%) karena kasus penegeroyokan dan pembunuhan, 5 responden (33,3%) karena kasus obat terlarang (narkotika) dan 8 responden (53,3%) karena kasus pencurian.

Sedangkan responden yang pernah dihukum penjara berjumlah 10 responden dengan rincian 7 responden karena kasus pencurian, masing-masing 1 responden karena ksus pengeroyokan, pembunuhan, dan narkotika. Adapun lamanya mereka dihukum antara 1 bulan-3 tahun, dengan rincian sebagai berikut 4 responden (40%) dihukum penjara selama 1 bulan, 3 responden (30%) dihukum 3 bulan, masing-masing 1 responden (10%) dihukum 7 bulan, 2 tahun, dan 3 tahun . Dari responden yang pernah ditahan dan di hukum semuanya dari keluarga yang struktur keluarganya utuh, tetapi interaksinya kurang dan tidak serasi. Hal ini menunjukkan bahwa masalah interaksi dalam keluarga merupakan sebab utama seorang remaja sampai ditahan dan dihukum penjara. Sedangkan dari sudut ketaatan dalam menjalankan kewajiban agam bagi keluarganya masih terdapat 1 responden yang pernah ditahan dan dihukum karena kasus pencurian. Artinya bahwa ketaatan beragama dari keluarganya belum menjamin anaknya bebas dari kenakalan dan ditahan serta dihukum.
Read More… Read More… Read More…

Agama di Indonesia

Enam agama besar yang paling banyak dianut di Indonesia, yaitu: agama Islam, Kristen Protestan dan Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Sebelumnya, pemerintah Indonesia pernah melarang pemeluk Konghucu melaksanakan agamanya secara terbuka. Namun, melalui Keppress No. 6/2000, Presiden Abdurrahman Wahid mencabut larangan tersebut. Tetapi sampai kini masih banyak penganut ajaran agama Konghucu yang mengalami diskriminasi dari pejabat-pejabat pemerintah. Ada juga penganut agama Yahudi, Saintologi, Raelianisme dan lain-lainnya, meskipun jumlahnya termasuk sedikit.



Menurut Penetapan Presiden (Penpres) No.1/PNPS/1965 junto Undang-undang No.5/1969 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan Penodaan agama dalam penjelasannya pasal demi pasal dijelaskan bahwa Agama-agama yang dianut oleh sebagian besar penduduk Indonesia adalah: Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Meskipun demikian bukan berarti agama-agama dan kepercayaan lain tidak boleh tumbuh dan berkembang di Indonesia. Bahkan pemerintah berkewajiban mendorong dan membantu perkembangan agama-agama tersebut.

Sebenarnya tidak ada istilah agama yang diakui dan tidak diakui atau agama resmi dan tidak resmi di Indonesia, kesalahan persepsi ini terjadi karena adanya SK (Surat Keputusan) Menteri dalam negeri pada tahun 1974 tentang pengisian kolom agama pada KTP yang hanya menyatakan kelima agama tersebut. Tetapi SK (Surat Keputusan) tersebut telah dianulir pada masa Presiden Abdurrahman Wahid karena dianggap bertentangan dengan Pasal 29 Undang-undang Dasar 1945 tentang Kebebasan beragama dan Hak Asasi Manusia.

Selain itu, pada masa pemerintahan Orde Baru juga dikenal Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, yang ditujukan kepada sebagian orang yang percaya akan keberadaan Tuhan, tetapi bukan pemeluk salah satu dari agama mayoritas.
Read More… Read More… Read More…

PENOLAKAN KITABNYA ORANG KRISTEN SEKARANG




Orang Islam beranggapan bahwa kitab sucinya orang Kristen yang dipegang sekarang ini sudah tidak suci atau asli lagi. Karena berpedoman pada pernyataan ayat-ayat Al qur'an diantaranya:

"Alladziina yattabi 'uunar rasuulan nabiyyat umiyyal ladzii yajiduunahuu maktuuban 'indahum fit taurooti wal injiili ya' muruhum...", artinya: "Orang-orang yang mengikut rasul, nabi yang umi yang namanya mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka"
(Qs. 7:157)

Dan juga diperkuat pernyataan ayat berikut ini:

"wa idz qoola 'iisabnu maryama yaa banii israa iila innii rosuulullahi ilaikum mashadiqol limaa baina yadayya minat tauroti wa muba sysyiron bi rosuuiln ya 'ti min ba 'diismuhuu ahmad..." artinya: "Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: 'Hai bani Israel, sesungguhnya Aku adalah utusan Allah kepadamu memberikan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang rasul yang akan datang sesudahKu, yang namanya Akhmad (Muhammad)..." (Qs Ash. Shaff 61.6)



Dengan dasar pedoman Al Qur'an pada 2 nats ayat di atas, orang-orang Islam berkeyakinan bahwa Muhammad itu sudah tertulis nubuatannya di dalam kitab Taurat dan Injil, tapi bukan kitab Taurat dan Injil yang dipegang orang Kristen sekarang, yang mana keadaannya sudah tidak suci atau asli lagi.

Sehubungan dengan tidak terdapatnya sebuah nama Ahmad atau Muhammad di dalam Kitab Perjanjian Lama dan Baru, maka Allah berfirman kepada Muhammad, menyatakan bahwa: "Ada orang yang mengaku rasul, nabi yang umi namanya sudah tertulis di dalam Taurat dan Injil. Dan Allah juga menyatakan bahwa "Isa berkata kepada bani Israel, akan adanya seorang Rasul sesudah-Nya yang bernama Ahmad." Memang tidak pernah ada tertulis di dalam Alkitab Taurat dan Injil seorang Rasul atau nabi yang bernama Ahmad maupun Muhammad. Penulis Alkitab Perjanjian lama dan Perjanjian Baru adalah orang-orang yang beriman, tidak segampang itu mengatakan dengan sembarangan; yaitu mengatakan "telah mengubah atau menyembunyikan".

Menurut keyakinan orang Islam bahwa Kitab Taurat diberikan dan dipercayakan kepada Nabi Musa As. Kitab Zabur (Mazmur) diberikan dan dipercayakan kepada Nabi Daud As. Kitab Injil diberikan dan dipercayakan kepada Nabi Isa As. Kalau ketiga kitab itu sudah diberikan dan dipercayakan kepada para Nabi dan Rasul yang diutus-Nya, tetapi ternyata mereka tidak bisa menjaga keabsahan dan keasliannya. Pertanyaannya yang salah itu yang mengutus atau yang diutus? Kalau memang demikian adanya tentunya yang mengutus yang dipersalahkan, karena yang mengutus itu adalah Tuhan Yang Maha Tahu, kenapa yang diutus itu tidak bisa mempertanggungjawabkan, tetapi tetap diutus? Perlu diketahui bahwa Yesus (Isa) pada masa hidupnya dibumi tidak pernah menerima sebuah kitab, yang bernama kitab Injil. Justru kitab Injil itu pada dasarnya yang mencatat kehidupan pelayanan Yesus di muka bumi serta mencatat kematian, kebangkitan dan terangkat-Nya kembali ke Surga. Pertanyaannya, kenapa Al Qur'an salah informasi dan persepsi yaa...? Perlu diketahui juga bahwa para perncatat Kitab Perjanjian Baru itu para murid-Nya sendiri serta orang-orang yang hidupnya sezaman dengan Yesus itu sendiri. Mereka semua itu adalah para saksi mata yang hidup melihat peristiwa kejadian itu secara langsung.

"Theofilus yang mulia, banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi diantara kita, seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman. Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu, supaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar."
Lukas 1:1-4

Dengan demikian para murid beserta para saksi mata tidak pernah mendengar ucapan Yesus yang menubuatkan kedatangan seorang Nabi atau Rasul bernama Ahmad atau Muhammad. Dan Yesus sendiri pun tidak pernah mengatakan demikian.

Kalau yang dikatakan Al Qur'an itu dari kutipan ucapan Yesus dalam bahasa Ibrani atau Aramik yang dicatat dalam Kitab Yohanes 16 membicarakan masalah kehadiran Ruakh Hakadosh (Roh Kudus) yang disebut dengan nama lain Roh Kebenaran dalam bahasa Ibraninya Ruakh Ha Emed. Mungkin dari kata-kata itulah dipersepsikan (dianggap) Ahmad atau Muhammad, mengingat ucapan Ha Emed dan Ahmad itu kedengaran bunyinya mirip/sama. Kalau memang benar demikian Ahmad atau Muhammad itu utusan Yesus. Haleluya, puji Tuhan karena Ha Emed datang itu diutus oleh Yesus.

"Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu; adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi; Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu".
Yohanes 16:7


Jadi kesimpulan ayat itu Yesus akan pergi, terus Dia akan mengutus Ruakh Ha Emed, dan pekerjaan Ha Emed itu adalah menghibur orang Kristen. Kalau memang benar adanya bahwa Ha Emed itu adalah Ahmad atau Muhammad datang itu diutus Yesus untuk menghibur orang-orang Kristen donk...? Kalau gitu orang Kristen bisa sama-sama dengan umat Islam mengucapkan Haleluya 12 kali, karena sama-sama merasa dihibur oleh Ahmad atau Muhammad.

Ada pertanyaan lagi, yang salah itu bukan par nabi dan rasul tapi umat yang berkhianat, oleh sebab itu Allah dalam Al Qur'an berfirman lagi yang memberi tuduhan dan prasangka kepada ahli kitab:

"Yaa ahlal kitaabi qad jaa akum rosuulnaa yubayyinu lakum katsuram mimaa kuntum tukhfuuna minal kitaabi waya ' fuu 'ankatsiirin...", artinya: Hai ahli kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu rasul kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Alkitab yang kamu sembunyikan.
(Al Maaidah 5:15)

Pernyataan semacam itu justru sangat ironis sekali karena di sisi lain saat Muhammad kebingungan dan kebimbangan dalam keraguannya menerima wahyu dari Allah, lantas Allah malah memerintahkan Muhammad yang bunyinya demikian:

"Fa in kunta fii syakin mim maa anzalnaa ilaika fas alil ladziina yaq ra uunal kitaaba min qablika..."
"Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu..."
(Qs. Yunus 10:94)

Secara nalar dan logika, mestinya Allah harus melarang secara keras dan tegas kepada Muhammad supaya tidak bertanya kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum Muhammad. Sebab isi kitab yang dibaca itu sudah banyak yang disembunyikan, dengan demikian orang yang membaca kitab itu sudah tidak dapat dipercaya sama sekali atau tidak bisa dipercaya lagi. Tapi ironisnya mengapa Allah justru malah menyuruh Muhammad bertanya kepada mereka?

Golongan Islam kembali menuding kitab yang kita pegang sekarang ini telah dirubah sehingga isinya sudah tidak asli lagi, hal ini didasarkan pernyataan Al Qur'an.

"A fa tathma'uuna ayyu ' minuu laqum waqod kana fariiquum minhum yasma uuna kalamallahi, tsumma yukharri fuunahuu minba 'di maa aqoluuhu wahum ya 'lamuun".
"Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui".
(Qs. Al Baqoroh 2:75)

Benarkah ayat itu menuding kitab yang kita pegang ini yang diubah? Sama sekali tidak ada hubungannya dan kena mengena. Coba saudara cermati, teliti, dan hayati serta fahami bunyi isi ayat itu dengan sungguh-sungguh saudara pasti akan menemukan isi ceritanya.

Jalan ceritanya demikian: Pada waktu itu Muhammad menyampaikan ajarannya di lingkungan orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani. Lantas sebagian orang-orang Yahudi dan Nasrani mengikutinya. Saudara bisa baca sendiri pernyataan ini di Qs. 3:199. Di sana dikatakan ada ahli kitab yang beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepadamu (Al Qur'an). Para ahli kitab ini mengikuti serta mendengarkan firman Allah yang disampaikan oleh Muhammad dengan sunguh-sungguh. Tapi setelah dirasa tidak cocok dengan ajaran keyakinan mereka semula yang berpedoman dan berpegang pada Kitab Taurat dan Injil, maka mereka sebagian kembali lagi kepada ajaran mereka semula yang berpedoman sepenuhnya hanya dengan Kitab Taurat dan Injil serta tidak mau lagi mempercayai dan mengimani lagi kata-kata Al Qur'an. Di situlah latar belakang turunnya ayat Al Qur'an seperti di atas.

Marilah kita sekarang renungkan kalimat demi kalimat supaya lebih jelas. "Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu". Berarti dulu sudah ada orang-orang Yahudi dan Nasrani yang disebut ahli kitab itu percaya kepadanya (Muhammad). Dan Muhammad tetap mengharapkan mereka supaya percaya kepadanya. Seperti itulah Allah memberi teguran kepada Muhammad. Kita lanjutkan kalimat berikutnya: "Padahal segolongan dari mereka mendengar Firman Allah". Jelas kata-kata itu ditujukan kepada segolongan mereka yang mendengar Firman Allah (Al Qur'an) yang disampaikan oleh Muhammad. Sebab kalau itu ditujukan kepada kitab makna bunyinya tidak hanya "Yasmau" (mendengar) melainkan harus ditambah dengan kata "qirath" (membaca) sebab pada zaman Muhammad hidup, Kitab Taurat dan Injil sudah beredar di daerah Arab, oleh sebab itu orang Yahudi dan Nasrani (ahli kitab) tidak hanya cukup mendengar melainkan sudah membaca sendiri setiap hari.

Jadi kesimpulannya yang dikatakan "mendengar" disini adalah mendengar Firman Allah (Al Qur'an) yang disampaikan oleh Muhammad, lantas bagi mereka tidak diimani lagi. Dan akhirnya mereka oleh Allah dikatakan mengubahnya, dengan perkataan kalimat berikut ini:
"lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya". Jadi dengan jelas kalimat disitu menyatakan bahwa mereka yang sudah memahami Al Qur'an tetapi kembali tidak mau mempercayainya lagi, dituding telah mengubahnya".

Jadi singkatnya yang diubah dalam kalimat ayat di atas bukanlah Alkitab yang diimani oleh orang Kristen sekarang ini, melainkan Al Qur'an yang pernah didengar oleh orang Yahudi dan Nasrani waktu mereka mengikuti Muhammad, tetapi mereka tidak mau mengimani Al Qur'an lagi, maka mereka dituduh telah mengubahnya.

Untuk membuktikan pernyataan ini, baiklah kami lanjutkan dengan beberapa pertanyaan:
1. Kalau Alkitab sudah dirubah, kenapa Allah masih menyuruh Muhammad bertanya kepada orang-orang yang membaca Alkitab Qs. 29:46? Logikanya mestinya Allah harus melarang Muhammad jangan bertanya kepada mereka supaya tidak disesatkan, karena kitabnya sudah dirubah.
2. Pada saat Muhammad kembali ragu-ragu menerima Al Qur'an, Allah juga menggunakan standar dasar Alkitab itu sebagai petunjuk bagi bani Israel (Qs. 32:23). Dengan kata lain Alkitab masih tetap diakui standar kebenarannya.
3. Kalau memang benar Alkitab itu sudah dirubah, mengapa Muhammad tetap disuruh beriman kepada Alkitab Qs. 3:84, Qs. 29:46?
4. Mengapa Allah masih menyatakan bahwa di dalam Taurat dan Injil ada petunjuk, ada cahaya dan ada pengajaran bagi orang yang bertaqwa Qs. Al Maaidah 5:46? Mestinya kan Allah harus berkata bahwa Taurat dan Injil itu sudah tidak ada petunjuk, cahaya dan pengajaran karena sudah dirubah.
5. Kenapa Al Qur'an juga mengatakan bahwa Allah telah menurunkan Alkitab dengan membawa kebenaran Qs. Al Baqoroh 2:176? Mestinya dalam Alkitab sudah tidak ada kebenaran karena sudah dirubah.
6. Bahkan Allah mengatakan kepada ahli kitab, tidak dipandang beragama sedikitpun hingga menegakkan Taurat dan Injil Qs. Al Maaidah 5:68. Pertanyaannya, Taurat dan Injil kan sudah dirubah kenapa masih harus ditegakkan, mestinya kan Al Qur'an saja yang diperintahkan untuk ditegakkan?
7. Kalau benar Alkitab itu sudah dirubah secara langsung mengatakan bahwa Allah tidak bisa memelihara kitab-Nya sendiri, karena membiarkan kitab-Nya dirubah orang.
8. Ada yang berdalih dengan berkata demikian, "Makanya Allah menurunkan Al Qur'an sebagai penyempurna kitab-kitab yang terdahulu". Dengan kata lailn kitab-kitab yang terdahulu itu tidak sempurna, kata-kata itu secara langsung juga menganggap Allah itu kurang bijak, karena menurunkan Alkitab yang tidak sempurna.
9. Dan masih banyak sekali yang harus saya ungkapkan supaya tidak penasaran, tetapi hal ini sudah cukup menguatkan sebagai pembuktian bahwa Alkitab yang ada sekarang ini tidak ada perubahan dari dulu sampai sekarang dan yang akan datang. Seperti yang tertulis dibawah ini,

"Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi Firman Tuhan kita tetap untuk selama-lamanya."
(Yesaya 40:8)

"Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu."
(Markus 13:31)

"Tetapi Firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya. Inilah Firman yang disampaikan Injil kepada kamu."
(I Petrus 1:25)

"Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengarkan perkataan-perkataan nubuat dari kita ini: "Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Tuhan akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini. Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Tuhan akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini."
Wahyu 22:18-19

Amin, puji Tuhan.

Diposkan oleh Anthony di 07:44 |
Read More… Read More… Read More…

Sistem Jaminan Sosial Nasional Perlu Diperjelas



JAKARTA, KOMPAS - Sistem jaminan sosial nasional harus transparan dan menjamin kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat di Tanah Air. Oleh karena itu, penerapan sistem tersebut harus terencana berlandaskan riset ataupun bukti yang kuat dengan melibatkan semua pemangku kepentingan.

”Dengan terbentuknya Dewan Jaminan Sosial Nasional beberapa waktu lalu, maka programprogram jaminan sosial yang selama ini ada diharapkan bisa segera diselaraskan dengan sistem nasional,” kata guru besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Prof Hasbullah Thabrany, Jumat (2/1) di Jakarta.

Kepala Pusat Manajemen Pelayanan Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Prof Laksono Trisnantoro menilai dewan yang baru terbentuk itu kurang mempunyai wakil dari perguruan tinggi.



”Hal ini disayangkan mengingat sistem jaminan sosial nasional merupakan hal yang secara teknis cukup kompleks. Apabila dewan ini terbentuk dengan muatan politis kuat, tanpa didukung banyak pertimbangan teknis, dewan ini mungkin akan sulit berkembang,” ujarnya.

”Jangan sampai membuat kebijakan nasional yang terburuburu tanpa rencana atau road map yang jelas,” ujarnya.

Ia menilai, selama satu dekade ini sistem jaminan sosial, khususnya yang kesehatan, terlalu sering berganti yang tidak dilandasi riset dan bukti kuat.

Menurut Hasbullah Thabrany, langkah yang mendesak dilakukan dewan itu adalah merumuskan amandemen Undang Undang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Dewan itu juga bertugas menyelaraskan badan penyelenggara jaminan sosial dan program-program jaminan sosial yang ada agar sesuai dengan UU SJSN. ”Mengubah BUMN menjadi badan khusus jaminan sosial merupakan faktor penting,” ujarnya.

Kesamaan pandangan

Selama ini masih dicari kesamaan pandangan antarpihak terkait tentang bentuk badan penyelenggara jaminan sosial yang terdiri atas Askes, Jamsostek, Taspen, dan Asabri. ”Perubahan bentuk perusahaan dari perseroan terbatas menjadi badan khusus jaminan sosial diperlukan karena desain jaminan sosial berbeda dengan desain bisnis. Badan khusus itu diatur dengan UU karena menyangkut kepentingan seluruh rakyat,” kata Hasbullah Thabrany.

Nantinya, badan khusus itu tidak hanya nirlaba atau tidak memberi dividen kepada pemerintah, tetapi juga harus menjalankan sistem jaminan sosial itu secara transparan melalui badan tripartit yang terdiri atas pemberi kerja, peserta, dan wakil pemerintah atau wakil masyarakat. Tanpa ada transparansi, bisa jadi perusahaan dan masyarakat akan kurang percaya terhadap sistem ini.

Program jaminan kesehatan juga membutuhkan peraturan pemerintah atau peraturan presiden mengenai bantuan iuran pemerintah, proporsi iuran pemerintah daerah dan pusat, apa saja yang dijamin dan tidak dijamin. ”Nantinya, rakyat miskin di sektor informal bisa dijamin kesehatannya melalui iuran dari pemerintah,” kata Thabrany.

Saat ini pemerintah masih belum menjalankan sistem jaminan sosial nasional itu, tetapi baru menerapkan program jaminan kesehatan masyarakat. Program pemberian layanan kesehatan secara gratis kepada masyarakat miskin itu dinilai masih belum sesuai dengan cita-cita sistem jaminan sosial yang bertujuan menjamin kesejahteraan sosial, termasuk kesehatan dan tunjangan hari tua, kepada seluruh lapisan masyarakat atau cakupan universal. (EVY)
Read More… Read More… Read More…

Larang besar siswa bawa HP?!!!??**

Satu persatu peraturan seputar dunia pendidikan muncul ke permukaan. Kalau sebelumnya pelajar heboh dengan larangan membawa handphone berkamera ke sekolah, kali ini benar-benar tidak ada toleransi. Berkamera atau tidak, handphone tak boleh dibawa ke sekolah.
Aturan tersebut diharapkan oleh Dinas Pendidikan Kota Padang agar tertera pada tata tertib sekolah. Dinas Pendidikan Kota Padang sudah mengeluarkan aturan untuk menertibkan siswa SMP, SMA, SMK sederajat yang menggunakan alat komunikasi selular handphone yang memiliki kamera dan Bluetooth. Larangan itu dikeluarkan didasari atas banyak siswa yang menggunakan alat komunikasi canggih tersebut untuk kepentingan yang negatif sehinggga menganggu pelajaran di sekolah.
Handphone kini tak lagi barang mewah. Siapa pun punya, tak terkecuali pelajar.

Seberapa penting kah sebuah handphone untuk pelajar?
Melisa Fitri Yani, SMA N 14 Padang, angkat bicara. Baginya, handphone adalah alat komunikasi, untuk menelepon, sms, dan internet. Pendapat Melisa ini disetujui oleh Alven Stoner dari SMA N 2 Bangko. Menurutnya, kegunaan terpenting dari ponsel adalah menghubungi orang yang ia rindukan. Selain sms, menelepon, dan internet, ternyata alat komunikasi ini juga digunakan untuk main game oleh Alfajri Putra, SMA N 4 Padang. Maria Ulfa, yang kini sudah terdaftar sebagai siswa di SMA N 10 Padang mengaku handphone-nya sudah seperti urat nadi. “Aku nggak bisa hidup tanpa handphone.” Begitu jawab alumni SMP N 13 Padang ini. Fauqal Anhar yang kini bersekolah di SMA N 1 Padang juga ikut berpendapat. “Kalau nggak ada handphone, aku nggak bisa komunikasi sama orang tua dan pacarku,” ujarnya.
Rahmadanil Akbar, Dirga Pryono Putra, Arif Firmansyah, dari SMP N 13 Padang serentak menjawab fungsi utama handphone untuk mereka. “Untuk alat komunikasi, supaya orang tua bisa mengontrol keberadaan kita, bisa dapat kenalan baru, banyak deh pokoknya.”
Rancangan Undang-Undang agar pelajar tidak diperbolehkan membawa handphone diperbincangkan di mana-mana. Perilaku pelajar dewasa ini semakin menjadi-jadi. Tak sedikit pelajar yang ketahuan menyimpan video dan foto yang tidak senonoh di handphone. Belum lagi, handphone juga digunakan untuk tukar-tukanran jawaban ujian. Apa, ya, pendapat teman-teman kita menanggapi masalah ini. Apakah mereka salah satu dari pelajar tersebut?
Maria Ulfa menilai negative pelajar yang melakukan penyimpangan tersebut. Ia mengakui, penyimpangan tersebut memang sering terjadi, namun tergantung invidu masing-masing menyikapinya. Fauqal setuju. Menurutnya, penyimpangan ini tergantung orangnya, mau digunakan untuk hal yang positif atau negative. “TIdak semua pelajar yang menyimpan foto atau video porno di handphone-nya.” Rahmadanil Akbar, Dirga Pryono Putra, dan Arif Firmansyah memandang penyimpangan ini merupakan salah satu bentuk kenakalan remaja. Melisa lain lagi. Pendapatnya, penyimpangan ini terjadi karena ketidakmampuan remaja dalam menghadapi perkembangan teknologi sebagai hal yang positif.
Rancangan Undang-Undang tersebut sudah mulai diterapkan oleh beberapa daerah, seperti Pekanbaru, Samarinda, Mataram, bahkan Kota Padang sendiri. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pekanbaru, Syahril Manaf menawarkan solusi untuk kebijakan ini. Tidak mungkin larangan diberlakukan tanpa ada solusi dari pihak sekolah. Semisal larangan bawa HP, solusinya pihak sekolah harus menyediakan fasilitas telepon umum. Pemerintah Samarinda pun tak mau kalah. Pemerintah akan mengunjungi sekolah-sekolah dan menggelar razia dadakan. Sedangkan pemerintah kota Padang akan mencantumkan larangan tersebut sebagai salah satu tata tertib sekolah.
Bagaimana ya pendapat teman-teman pelajar tentang larangan membawa handphone ke sekolah? Anugerah atau musibah?
Wulandari J. Z dari SMK 2 Pariaman menyatakan setuju dengan larangan tersebut, Menurutnya, penggunaan handphone di sekolah dapat merusak proses belajar mengajar. Alasan mengganggu PBM ini juga disampaikan Syafri Kurniawan dari SMK N 8 Padang. “Sebagian siswa sudah menyalahgunakan handphone,” ungkapnya. Aril Irwansyah dari SMA N 6 Padang sependapat. Sekolah hanya beberapa jam, waktu itu harus dimanfaatkan dengan baik. Jadi, menurut Aril, handphone di sekolah tak ada gunanya. Andre Febra dari Rilma dari SMAN 2 Lubuk Basung juga setuju. Membawa handphone ke sekolah akan mengganggu belajar. “Sedang asyik belajar, eh tahunya ada yang sms atau Cuma missed called. Apalagi kalau sedang ulangan, bisa-bisa nilaiku jeblok karena nggak konsentrasi,” ungkap dua pelajar ini. Sesria Arima, SMP N 3 Padang mendukung program pemerintah ini. Menurutnya, pemerintah pasti mempunyai alasan dan tujuan untuk kebaikan kita bersama. Dila Okta Malina dari SMA N 2 Padang mengatakan bahwa larangan membawa handphone itu adalah suatu keputusan yang sangat bagus. Ia tidak ingin nama sekolahnya buruk hanya karena kelakuan teman-temannya tentang penyalahgunaan alat komunikasi canggih ini.
Jehan Khairina, SMP N 8 Padang ikut bicara. Memang keputusan ini ada pro dan kontranya, keputusan ini lebih banyak manfaatnya daripada ruginya. Ia berharap teman-teman lainnya sependapat dengannya.
Seperti kata Jehan, ada yang pro, tentu ada yang kontra. Berikut pendapat teman-teman kita yang menolak larangan membawa handphone ke sekolah.
Alven Stoner protes. “Nggak bisa dong, kalau ada keperluan mendadak gimana?” Maria Ulfa tawar menawar dengan kebijakan ini. Menurutnya, handphonoe berkamera memang harus ditertibkan, tapi tak ada salahnya kalau membawa handphone tanpa kamera dan Bluetooth. Fauqal lebih hitung-hitungan. Ia berpendapat, larangan ini melanggar hak asasi karena handphone dibeli dengan uang masing-masing. Rahmadanil Akbar, Dirga Pryono Putra, dan Arif Firmansyah hanya melontarkan pertanyaan, “Kenapa satu yang berbuat, semua kena getahnya?”
Rara dari SMKNT Padang malah mengkhawatirkan dampaknya. “Kalau dilarang bawa handphone, takutnya pelajar jadi gaptek.”
Kesimpulannya, pada saat sekarang ini para pelajar sedang maraknya menggunakan HP selain alat sebagai alat komunikasi juga digunakan sebagai alat untuk melihat hal-hal yang belum sepantasnya untuk dilihat alias gambar atau video porno. Hal ini nantinya dapat menyebabkan banyaknya generasi muda, khususnya pelajar saat sekarang ini menjadi rusak dan melakukan tindakan yang menyimpang.
Selain itu, Proses Belajar Mengajar (PBM) di sekolah menjadi tidak terganggu karena saat sekarang ini pelajar sering menggunakan HP dalam PBM. Akibatnya, konsentrasi belajar menjadi terganggu. Oleh karena itu, larangan ini sangat tepat sekali untuk diterapkan di sekolah-sekolah.
Sisi Negatif dari larangan ini juga ada, seperti terhambatnya komunikasi pelajar dengan keluarga ketika pelajar berada di sekolah, maksudnya kalau nantinya ada kejadian mendadak dari keluarga yang perlu diberitahukan kepada anaknya (pelajar) yang sedang berada di sekolah menjadi sangat sulit dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Serta menghilangkan fungsi HP sebagai alat komunikasi yang paling efektif dalam kehidupan pelajar, khususnya ketika sedang berada di sekolah.
Begitu banyak yang mendukung dan menolak kebijakan ini. Tapi masih perlu kita tanyakan lagi, seberapa pentingkah larangan itu bagi pelajar?
Melisa mengaku, larangan itu sangat penting untuk hasil belajar yang lebih baik. Pentingnya larangan ini juga disetujui teman-teman lainnya. Mereka hanya berharap proses belajar mengajar tidak terganggu hanya karena penyalahgunaan handphone. Larangan itu diharapkan akan memaksimalkan proses belajar mereka agar mereka bisa menjadi orang yang berguna bagi Indonesia, agama, dan orang lain.
Banyak yang mendukung kebijakan ini, banyak pula yang menolak. Banyak yang mengatakan bahwa larangan ini tidak penting. Contohnya saja, Alfajri Putra dan Alven Stoner. Bagi mereka, handphone sudah merupakan kebutuhan primer manusia, termasuk pelajar. Maria Ulfa sependapat dengan Alfajri dan Alven. “Larangan itu nggak penting banget. Merugikan kita yang tidak bersalah,” ujarnya. Fauqal beda lagi. Menurutnya, tindakan ini tidak efektif. Semakin dilarang, maka manusia akan semakin berniat untuk melanggarnya. “Yang terpenting adalah kesadaran diri sendiri,” ungkap siswa XII IPA ini.
Ternyata banyak juga yang kurang setuju. Kira-kira, solusi seperti apakah yang mereka tawarkan untuk mengatasi penyimpangan ini?
Melisa Fitri Yani menjawal simple. “Nggak boleh bawa handphone kamera!” Maria Ulfa kali ini setuju dengan Melisa. Pelajar tetap dibolehkan membawa handphone, tetapi solusinya adalah sanksi yang tegas bagi mereka yang tertangkap melakukan penyimpangan. Tidak tegas dan sanksi ini juga ditawarkan Rahmadanil Akbar, Dirga Pryono Putra, dan Arif Firmansyah, tiga serangkai dari SMP N 13 Padang.
Lagi-lagi Alven dan Alfajri sepakat, handphone harus dinonaktifkan pada jam pelajaran. Larangan seperti itu saja cukup untuk mereka. Larangan sederhana ini juga dipaparkan Fauqal. “Nonaktifkan saja pada jam pelajaran agar tidak mengganggu.”
Tak hanya pelajar yang menanggapi masalah ini. Orang tua pun ternyata antusias menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan para reporter. Yuk, kita simak!
Tak bisa dipungkiri, penyalahgunaan handphone tak lepas dari peran orang tua. Perlu kita ketahui alasan orang tua membelikan handphone untuk anak-anak mereka.
Ibu May R. B Johan menjawab singkat, “Untuk komunikasi dan mengontrol anak-anak.” Sepertinya para orang tua sepakat dengan jawaban Ibu May.
Seperti hangatnya pembicaraan pelajar, orang tua tak kalah semangat ketika menanggapi munculnya Rancangan Undang-Undang tentang larangan membawa handphone ke sekolah. Ibu Jamilah, seorang ibu rumah tangga memikirkan positif negatifnya. Menurutnya, di satu sisi bagus karena tidak ada lagi kecemburuan social di antara pelajar. Di sisi lain, saya tidak dapat mengetahui keberadaan anak-anak saat pulang sekolah.” Drs. Mas’ud, Wakasek SMP N 13 Padang menyatakan bahwa dirinya setuju dengan RUU tersebut, namun dengan konsekuensi yang jelas. Ibu Darlina, guru matematika di SMP N 13 Padang lain lagi. Menurut beliau, jika orang tua sudah mengontrol dan mendidik anaknya dengan baik di rumah, RUU itu tidak perlu.
Bagaimana ya pendapat orang tua kita jika RUU tersebut benar-benar diberlakukan di Sumater Barat?
Ibu Darlina mengharapkan keterlibatan seluruh pihak dalam penegakan peraturan ini. Bapak Mas’ud setuju. Ia sangat mendukung diberlakukannya aturan tersebut. “Sangat membantu untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang buruk.”
Berbeda dengan kedua orang tua di atas, Ibu May dan Ibu Jamilah mengaku keberatan dengan diberlakukannya aturan tersebut. Alasannya pun kompak. “Tidak bisa mengawasi keberadaan anak-anak.”
Jika memang begitu, larangan seperti apa sih yang cocok menurut orang tua kita?
Keempat responden kita sepakat dengan larangan tidak mengaktifkan handphone ketika PBM sedang berlangsung. Selain itu, sanksi yang tegas juga harus diberlakukan baik oleh pihak sekolah maupun orang tua jika anak-anak sudah melakukan penyimpangan. Ibu Jamilah mengusulkan untuk tidak memberikan handphone kamera pada anak. “Untuk menghindari penyalahgunaan,” ungkap Ibu kelahiran 1955 ini.
(Maghriza Novita Syahti)
Read More… Read More… Read More…